RADAR BANYUWANGI - Belut bukan sekadar lauk bercita rasa gurih yang enak digoreng hingga kriuk. Hewan yang masuk kelompok ikan ini mengandung protein, vitamin, mineral, serta nutrisi lain yang mendukung energi, imunitas, kesehatan mata, tulang, hingga fungsi otak. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan, terutama untuk belut laut yang berpotensi mengandung merkuri.
Dalam 100 gram daging belut, terdapat sekitar 185 kalori dan 18,5 gram protein. Belut juga mengandung 11,5 gram lemak, kalium, kalsium, selenium, zinc, kolin, serta vitamin A dan D.
Tak berhenti di situ. Belut juga menyediakan fosfor, zat besi, folat, serta vitamin B, C, dan E.
Kombinasi nutrisi tersebut membuat belut bisa menjadi salah satu pilihan sumber protein hewani dalam menu sehari-hari.
1. Membantu Menambah Energi dan Stamina
Aktivitas sehari-hari membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang cukup.
Belut dapat menjadi lauk pendamping nasi karena memiliki kandungan protein dan lemak. Protein juga berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu mempertahankan massa otot.
Dengan pola makan yang seimbang, asupan nutrisi dari belut dapat mendukung kebutuhan energi untuk menjalani aktivitas harian.
2. Memenuhi Kebutuhan Protein
Belut termasuk sumber protein hewani yang cukup baik.
Dalam setiap 100 gram daging belut terdapat sekitar 18,5 gram protein. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dari kandungan protein ikan yang berada di kisaran 19 gram per 100 gram.
Protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah cukup karena berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan serta berbagai fungsi biologis.
Karena itu, belut dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein selain ikan, ayam, telur, maupun daging.
3. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Belut juga memiliki sejumlah nutrisi yang berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Protein, selenium, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin E merupakan beberapa kandungan yang terdapat di dalam belut.
Asupan nutrisi yang cukup dan beragam membantu tubuh menjalankan fungsi imunitas secara optimal. Namun, mengonsumsi satu jenis makanan saja tentu tidak cukup untuk menjamin seseorang terhindar dari penyakit.
Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi kunci.
4. Baik untuk Menjaga Kesehatan Mata
Salah satu kandungan yang menarik perhatian dari belut adalah vitamin A.
Dalam 100 gram daging belut, terdapat sekitar 3.500 IU vitamin A. Vitamin tersebut memiliki peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Asupan vitamin A yang mencukupi membantu mempertahankan kesehatan mata dan fungsi penglihatan.
5. Membantu Memelihara Tulang dan Gigi
Belut juga mengandung vitamin D, kalsium, fosfor, dan protein yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi.
Vitamin D membantu tubuh dalam penyerapan kalsium, sedangkan kalsium dan fosfor merupakan mineral penting dalam struktur tulang dan gigi.
Namun, menjaga kekuatan tulang tidak cukup hanya dengan mengandalkan makanan. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin juga diperlukan.
6. Mengandung Nutrisi yang Mendukung Pembentukan Darah
Belut mengandung zat besi, folat, dan vitamin B12.
Ketiga nutrisi tersebut memiliki peran dalam proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12 dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis anemia tertentu.
Karena itu, memasukkan sumber nutrisi tersebut dalam pola makan sehari-hari dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Meski demikian, anemia memiliki berbagai penyebab. Jika mengalami gejala atau diduga kekurangan darah, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
7. Mendukung Fungsi Otak dan Daya Ingat
Belut juga mengandung omega-3, kolin, vitamin, dan mineral yang berkaitan dengan fungsi otak.
Nutrisi tersebut berperan dalam berbagai proses tubuh, termasuk mendukung fungsi sistem saraf dan otak. Asupan makanan bergizi secara keseluruhan juga penting untuk menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Karena itu, belut bisa menjadi salah satu sumber nutrisi dalam pola makan yang mendukung kesehatan otak.
Cara Menikmati Belut dan Batas Konsumsinya
Belut cukup fleksibel diolah menjadi berbagai menu. Mulai dari sushi, tumisan, hingga digoreng sampai renyah.
Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuat belut mudah diterima sebagai lauk. Namun, cara pengolahan juga perlu diperhatikan.
Belut yang digoreng dengan banyak minyak tentu memiliki kandungan lemak dan kalori yang berbeda dibandingkan belut yang dimasak dengan cara lebih sederhana.
Selain itu, konsumsi belut sebaiknya tidak berlebihan. Sumber menyarankan tidak lebih dari tiga porsi per minggu, terutama bila yang dikonsumsi adalah belut laut karena terdapat kekhawatiran terhadap kandungan merkuri.
Jadi, belut memang kaya nutrisi dan bisa menjadi sumber protein hewani yang menarik, tetapi manfaatnya paling optimal jika dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan beragam dan seimbang. (*)
Editor : Ali Sodiqin