RADAR BANYUWANGI - Soto di Malang bukan sekadar menu berkuah hangat untuk mengganjal perut. Di balik banyaknya pilihan, ada tiga warung yang layak diburu pencinta jeroan: soto babat dengan potongan melimpah, kuah rempah yang kuat, hingga racikan khas Madura. Harganya pun relatif ramah di kantong, mulai Rp 12 ribuan per porsi.
Malang memang seperti tak pernah kehabisan cerita soal kuliner. Dari warung sederhana di pinggir jalan hingga tempat makan yang sudah puluhan tahun bertahan, hampir selalu ada menu yang menarik untuk dicoba.
Soto menjadi salah satu kuliner yang paling mudah ditemukan. Kuah hangat dengan aroma rempah dan beragam isian membuat makanan ini punya penggemar lintas generasi.
Namun, bagi pemburu cita rasa yang lebih gurih dan bertekstur, soto babat menawarkan pengalaman berbeda.
Babat yang kenyal berpadu kuah gurih, ditambah sambal, perasan jeruk nipis, kerupuk, atau pelengkap lain, membuat satu mangkuk soto terasa lebih komplet.
Berikut tiga rekomendasi soto babat di Malang yang bisa masuk daftar kulineran.
1. Warung Soto Babat Joyogrand
Bagi pencinta babat, Warung Soto Babat Joyogrand bisa menjadi salah satu tujuan. Daya tarik utamanya ada pada potongan babat yang diberikan cukup melimpah.
Porsi babat yang tidak pelit menjadi alasan warung ini menarik untuk dicoba, terutama bagi pemburu kuliner yang merasa kurang puas jika isian soto terlalu sedikit.
Selain babat, tersedia pula gorengan jeroan sebagai tambahan lauk.
Menariknya, satu porsi soto babat dibanderol sekitar Rp 12.000. Harga tersebut membuat menu ini cocok bagi pencinta kuliner yang ingin makan hangat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Warung ini beroperasi pada sore hingga malam hari. Waktu tersebut membuatnya pas dijadikan tujuan makan malam.
Alamat: Jalan Joyo Agung, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Jam buka: Setiap hari, pukul 17.00–22.30 WIB.
2. Soto Kambing Pak Thosim
Jangan terkecoh dengan namanya. Meski dikenal sebagai Soto Kambing Pak Thosim, warung yang sudah beroperasi sejak 1990 ini juga menyediakan soto babat.
Pilihan jeroannya pun cukup beragam. Selain babat, pengunjung dapat memilih paru, hati, hingga ampela sebagai pelengkap.
Harga seporsinya mulai sekitar Rp 13.000.
Salah satu hal yang membuat warung ini berbeda adalah cara memasaknya. Soto tidak dimasak menggunakan kompor biasa, melainkan arang.
Penggunaan arang tersebut memberikan karakter rasa dan aroma yang khas. Bagi pencinta soto dengan sensasi tradisional yang lebih kuat, detail sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri.
Warung Soto Kambing Pak Thosim juga buka sejak pagi sehingga cocok menjadi pilihan sarapan.
Alamat: Jalan Sasando, Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Jam buka: Setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Khusus Senin, buka mulai pukul 10.00 WIB.
3. Soto Babat Madura Pak Sodiq
Jika ingin mencicipi soto babat dengan karakter rempah yang lebih kuat, Soto Babat Madura Pak Sodiq di Kabupaten Malang bisa menjadi pilihan.
Warung ini menawarkan kuah dengan rasa rempah yang kuat dan hangat. Isian babat goreng juga diberikan cukup banyak sehingga tekstur kenyal babat berpadu dengan sensasi gurih dari proses penggorengan.
Bukan hanya isiannya yang menarik. Satu porsi nasi soto juga cukup mengenyangkan.
Racikan tersebut dapat semakin lengkap dengan tambahan koya, telur asin, dan kerupuk yang memberikan tekstur serta rasa berbeda dalam satu sajian.
Karena buka mulai pagi, Soto Babat Madura Pak Sodiq cocok untuk memburu sarapan hangat sebelum memulai aktivitas.
Alamat: Jalan Ketanen Penarukan, Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00–22.00 WIB.
Mau Soto Babat yang Mana?
Tiga warung tersebut menawarkan karakter berbeda.
Warung Soto Babat Joyogrand menonjolkan potongan babat yang melimpah dengan harga terjangkau. Soto Kambing Pak Thosim menawarkan pilihan jeroan dan cita rasa khas dari proses memasak menggunakan arang. Sementara Soto Babat Madura Pak Sodiq menghadirkan kuah rempah yang kuat dengan pelengkap yang lebih beragam.
Jadi, jika selama ini soto di Malang hanya identik dengan kuah kuning dan isian biasa, saatnya mencoba versi yang lebih berani.
Babat kenyal, kuah gurih, dan rempah yang hangat bisa menjadi alasan baru untuk berburu soto di Malang. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Malang