Kuliner Banyuwangi Pikat Turis Australia, KKN Masuk Banyuwangi Attraction 2026

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Wisatawan asing ikut menari bersama penari gandrung dalam rangkaian event Kokoon Kuliner Nusantara (KKN) pada Sabtu (29/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Wisatawan asing ikut menari bersama penari gandrung dalam rangkaian event Kokoon Kuliner Nusantara (KKN) pada Sabtu (29/8). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kokoon Kuliner Nusantara kembali digelar Kokoon Hotel Banyuwangi, Sabtu (29/8) lalu.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, event yang mengangkat kekayaan kuliner dan budaya lokal tersebut kini resmi masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026.

Mengusung tema Cita Rasa Autentik Lokal, Kokoon Kuliner Nusantara menyuguhkan beragam kuliner khas Banyuwangi. Di antaranya Sego Tempong, Ayam Kesrut, Nasi Campur Blambangan, hingga Rujak Soto.

Tak hanya menghadirkan sajian kuliner, Event Kokoon Kuliner Nusantara juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM lokal melalui deretan stan yang menawarkan beragam produk khas Banyuwangi.

Nuansa budaya juga semakin terasa dengan penampilan Tari Gandrung, drama kolosal, serta alunan musik patrol.

General Manager (GM) Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti mengatakan, penyelenggaraan Kokoon Kuliner Nusantara merupakan bentuk tanggung jawab moral sektor perhotelan dalam mendukung perkembangan pariwisata.

Menurutnya, Kokoon Hotel tidak seharusnya hanya menjadi tempat menginap bagi wisatawan. Lebih dari itu, hotel dapat menjadi ruang interaksi budaya sekaligus etalase untuk memperkenalkan potensi lokal kepada wisatawan.

“Kami ingin hotel menjadi etalase budaya dan produk lokal Banyuwangi. Masuknya KKN ke dalam Banyuwangi Attraction 2026 menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Weni menambahkan, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga para seniman agar potensi pariwisata daerah dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Membangun pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga seniman. Kami berharap KKN terus berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian warga,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Hartono.

Dia menilai konsistensi Kokoon Hotel dalam menggelar event tersebut mampu mempertemukan kepentingan bisnis dengan pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

“Ini langkah luar biasa. Kokoon Hotel tidak hanya mempromosikan usahanya, tapi juga bergandeng tangan membantu mensinergikan program Pemkab Banyuwangi,” tuturnya.

Masuknya Kokoon Kuliner Nusantara dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi event tersebut sebagai salah satu ruang promosi kuliner, budaya, dan produk UMKM lokal.

Sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan Banyuwangi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang luas karena manfaatnya dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antarpihak dinilai penting untuk terus memaksimalkan potensi kepariwisataan di Banyuwangi.

“Sektor pariwisata dampaknya bisa dirasakan langsung oleh semua lini masyarakat. Mari kita terus berkolaborasi memaksimalkan potensi kepariwisataan di Banyuwangi,” ujarnya.

Antusiasme terhadap gelaran tersebut juga datang dari wisatawan mancanegara.

Patrick, wisatawan asal Australia, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda karena dapat menikmati kuliner tradisional Banyuwangi sekaligus menyaksikan kesenian daerah.

“Selain bisa makan makanan tradisional, juga ada budaya tradisional Gandrung yang ditampilkan. Ini sangat luar biasa,” tutupnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
budaya banyuwangi Banyuwangi Attraction 2026 Kokoon Kuliner Nusantara Kuliner Banyuwangi UMKM Banyuwangi