Mengenal Pecel Tumpang Kediri, Perpaduan Sayuran dan Sambal Tempe Fermentasi yang Khas

M Humam Naufal • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Seporsi pecel tumpang dengan sayuran, sambal pecel, sambal tumpang, dan rempeyek menjadi salah satu kuliner khas Kota Kediri. (Naufal untuk Radar Banyuwangi)
Seporsi pecel tumpang dengan sayuran, sambal pecel, sambal tumpang, dan rempeyek menjadi salah satu kuliner khas Kota Kediri. (Naufal untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Bagi pencinta kuliner tradisional Jawa Timur, pecel tumpang menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari sajian pecel pada umumnya.

Hidangan yang identik dengan Kota Kediri ini memadukan sayuran, sambal pecel berbahan kacang, serta sambal tumpang yang menjadi ciri utamanya.

Beragam pelengkap, termasuk rempeyek, turut melengkapi sajian yang sederhana tetapi kaya cita rasa tersebut.

Pemerintah Kota Kediri menyebut pecel tumpang sebagai salah satu kuliner khas dan legendaris daerah.

Keberadaannya juga mudah ditemukan di sejumlah kawasan kuliner, salah satunya Jalan Dhoho yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner di Kota Kediri.

Keistimewaan pecel tumpang terutama terletak pada sambal tumpangnya.

Berbeda dari sambal pecel yang mengandalkan kacang sebagai bahan utama, sambal tumpang dibuat dari tempe yang telah mengalami proses fermentasi.

Tempe tersebut kemudian diolah bersama berbagai bumbu hingga menghasilkan kuah atau sambal dengan perpaduan rasa gurih dan pedas serta aroma yang khas.

Dalam penyajiannya, nasi dan sayuran menjadi dasar hidangan.

Setelah itu, sambal pecel disiramkan untuk memberikan rasa gurih dan manis khas kacang.

Sambal tumpang kemudian ditambahkan sebagai unsur pembeda.

Kombinasi kedua sambal tersebut menciptakan karakter rasa yang membuat pecel tumpang mudah dikenali.

Keberadaan pecel tumpang menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya bertahan melalui kebiasaan masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari kegiatan pariwisata.

Hal itu terlihat dari upaya Pemerintah Kota Kediri untuk mengangkat kuliner pecel melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha makanan.

Pada Januari 2026, misalnya, Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan “Mecel Bareng Mbak Wali” di kawasan Jalan Stasiun.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 lapak penjual pecel dan menjadikan sajian pecel sebagai bagian dari konsep Kediri City Tourism.

Kehadiran puluhan lapak sekaligus memperlihatkan bahwa kuliner tradisional dapat dikemas sebagai daya tarik wisata tanpa harus kehilangan karakter aslinya.

Pengenalan pecel tumpang juga dilakukan kepada masyarakat dari luar daerah.

Menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Kediri pada Juni 2026, nasi pecel tumpang turut diperkenalkan kepada para peserta sebagai salah satu kuliner khas Kota Kediri.

Momentum tersebut memperluas ruang perkenalan makanan tradisional kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowimuddin menegaskan posisi kuliner tersebut dalam kehidupan masyarakat setempat.

“Kuliner pecel tumpang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kediri sejak lama,” katanya. 

Pernyataan itu disampaikan pada 19 Juni 2026 dan menggambarkan bahwa pecel tumpang tidak sekadar dipandang sebagai menu makanan, tetapi juga bagian dari kebiasaan serta warisan kuliner masyarakat.

Popularitas pecel juga semakin menonjol dalam konteks kuliner Jawa Timur secara lebih luas.

Pada 2026, pecel khas Jawa Timur masuk peringkat ketujuh dalam daftar 100 salad terbaik dunia versi TasteAtlas.

Perhatian tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional daerah memiliki peluang untuk dikenal lebih luas ketika cita rasa, cerita, dan identitas budaya di baliknya terus diperkenalkan.

Bagi masyarakat di Banyuwangi dan daerah lain di Jawa Timur, perkembangan pecel tumpang dapat menjadi gambaran bahwa kekayaan kuliner lokal memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar sajian sehari-hari.

Makanan tradisional dapat menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus aset wisata apabila dijaga oleh masyarakat dan diperkenalkan melalui kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pecel tumpang merupakan contoh bagaimana kuliner tradisional dapat tetap hidup di tengah perubahan selera dan pertumbuhan industri makanan modern.

Sepiring nasi, sayuran, sambal pecel, sambal tumpang, dan rempeyek menyatukan rasa sekaligus cerita tentang masyarakat Kediri.

Dari warung makan hingga agenda wisata kota, pecel tumpang terus menunjukkan bahwa tradisi kuliner dapat bertahan ketika diwariskan, diperkenalkan, dan dihargai oleh generasi berikutnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
pecel tumpang kuliner Kediri wisata kuliner Kediri pecel tradisional makanan khas jawa timur