Mengapa Terang Bulan dan Martabak Telur Selalu Dijual dalam Satu Gerobak? Ternyata Ini Alasannya

Anita Rahma • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Terang bulan dan martabak telur hampir selalu dijual dalam satu gerobak. (Anita untuk Radar Banyuwangi)
Terang bulan dan martabak telur hampir selalu dijual dalam satu gerobak. (Anita untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Hampir di setiap sudut kota saat malam hari, masyarakat akan menemukan pemandangan yang sama. Satu gerobak menawarkan dua menu dengan cita rasa yang bertolak belakang, yakni terang bulan yang manis dan martabak telur yang gurih. Meski berbeda karakter, keduanya hampir selalu dijual berdampingan oleh pedagang yang sama.

Fenomena tersebut bukan sekadar kebiasaan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya kuliner malam di Indonesia. Kehadiran dua menu dalam satu gerobak membuat pembeli memiliki lebih banyak pilihan, baik yang ingin menikmati camilan manis maupun makanan gurih yang lebih mengenyangkan.

Terang bulan dikenal sebagai jajanan bercita rasa manis dengan tekstur lembut dan tebal. Adonan yang dipanggang hingga matang biasanya diberi mentega, gula, serta beragam isian seperti cokelat, keju, kacang, meses, hingga berbagai topping kekinian.

Perpaduan tekstur empuk dan rasa manis membuat terang bulan menjadi salah satu camilan malam favorit berbagai kalangan, terutama anak muda. Tak sedikit pembeli yang memilih terang bulan sebagai teman berkumpul bersama keluarga atau sahabat.

Berbeda dengan itu, martabak telur menawarkan sensasi gurih yang lebih mengenyangkan. Kulit adonan yang tipis dan renyah dipadukan dengan isian telur, daging cincang, daun bawang, serta racikan bumbu khas sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya.

Martabak telur umumnya disajikan bersama acar dan saus sebagai pelengkap. Kombinasi rasa gurih, renyah, dan segar membuat menu ini menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati santapan malam sebelum pulang ke rumah.

Meski memiliki rasa yang berbeda, terang bulan dan martabak telur sebenarnya menggunakan proses pembuatan yang relatif serupa karena sama-sama memanfaatkan alat pemanggang dan peralatan memasak yang hampir sama. Kondisi inilah yang membuat banyak pedagang memilih menjual keduanya dalam satu gerobak.

Selain lebih efisien dari sisi usaha, konsep tersebut juga memberikan keuntungan karena mampu menjangkau lebih banyak selera konsumen. Pembeli yang datang bersama keluarga atau teman tidak perlu berpindah tempat untuk mendapatkan menu yang diinginkan.

Ada yang memilih terang bulan sebagai pencuci mulut, sementara anggota keluarga lainnya menikmati martabak telur sebagai hidangan utama. Dalam satu kunjungan, seluruh kebutuhan kuliner malam dapat terpenuhi.

Keberadaan terang bulan dan martabak telur dalam satu gerobak menjadi salah satu ciri khas usaha kuliner malam yang masih bertahan hingga kini. Di berbagai daerah, pemandangan tersebut mudah dijumpai mulai sore hingga larut malam.

Selain menawarkan variasi rasa, konsep dua menu dalam satu gerobak juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan sesuai selera tanpa harus mencari pedagang lain.

Tak heran apabila gerobak martabak selalu ramai didatangi pembeli. Ada yang datang khusus membeli terang bulan dengan aneka topping favorit, ada pula yang memilih martabak telur karena cita rasanya yang gurih dan mengenyangkan.

Pada akhirnya, perpaduan terang bulan dan martabak telur dalam satu gerobak membuktikan bahwa perbedaan rasa justru menjadi kekuatan utama. Pilihan menu yang beragam membuat keduanya tetap menjadi ikon kuliner malam yang digemari masyarakat dari berbagai generasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Terang Bulan