RADARBANYUWANGI.ID - Ramen selama ini identik sebagai salah satu kuliner khas Jepang yang populer di berbagai belahan dunia. Hidangan mi berkuah yang disajikan dengan aneka pelengkap, seperti telur, daging, rumput laut, dan sayuran tersebut, telah menjadi favorit banyak kalangan. Namun, di balik popularitasnya, ramen ternyata memiliki sejarah panjang yang berakar dari Tiongkok.
Informasi tersebut disampaikan Naiyah Basri melalui video bertajuk Kisah Ramen: Rahasia di Balik Terciptanya Mi Ramen di kanal YouTube miliknya. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa ramen sebenarnya bukan berasal dari Jepang.
"Walaupun terkenal sebagai makanan populer dari Jepang, ternyata ramen ini berasal dari Tiongkok," ujar Naiyah Basri.
Ramen mulai dikenal di Jepang sekitar tahun 1859, bertepatan dengan dibukanya pelabuhan Jepang untuk perdagangan internasional. Pada masa itu, para imigran Tionghoa membawa hidangan mi yang dikenal sebagai shina soba atau soba Tiongkok. Hidangan tersebut kemudian mengalami berbagai penyesuaian hingga berkembang menjadi ramen seperti yang dikenal saat ini.
Meski demikian, sejarah mengenai sosok yang pertama kali memperkenalkan ramen di Jepang masih memiliki beberapa versi. Ada sumber yang menyebut Zhang Zikian sebagai pembawanya pada tahun 1859. Sementara itu, versi lain menyatakan Lee Minfu sebagai tokoh yang mengenalkan hidangan tersebut.
Selain itu, terdapat pula kisah yang menyebut seorang ilmuwan Konghucu dari Dinasti Ming pernah membuat mi kuah khas Tiongkok untuk Tokugawa Mitsukuni. Tokoh tersebut kemudian dipercaya sebagai orang Jepang pertama yang mencicipi hidangan yang menjadi cikal bakal ramen.
Nama ramen sendiri diyakini berasal dari istilah bahasa Tionghoa, lamian, yang berarti mi yang dibuat dengan teknik meregangkan adonan secara berulang hingga menghasilkan tekstur kenyal.
Memasuki awal abad ke-20, ramen mulai dijajakan melalui gerobak keliling atau yatai. Penjual biasanya mangkal di sekitar stasiun kereta untuk melayani para pekerja yang membutuhkan makanan praktis, hangat, dan mengenyangkan.
Popularitas ramen semakin meningkat setelah Perang Dunia II. Di tengah krisis pangan yang melanda Jepang, hidangan ini menjadi pilihan masyarakat karena harganya terjangkau, mudah diperoleh, serta mampu mengenyangkan.
Perjalanan ramen kembali mengalami perubahan besar pada 1958 ketika perusahaan Nissin Food meluncurkan Chicken Ramen, yang dikenal sebagai mi instan pertama di dunia. Kehadiran produk tersebut membuat ramen semakin praktis karena cukup diseduh menggunakan air panas sebelum disantap.
Inovasi tersebut turut mendorong penyebaran ramen ke berbagai negara. Kini, ramen tidak hanya menjadi bagian dari identitas kuliner Jepang, tetapi juga berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Editor : Lugas Rumpakaadi