RADARBANYUWANGI.ID - Açai bowl, kuliner sehat khas Brasil, kembali menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Kebangkitan tren mangkuk smoothie berwarna ungu ini dipicu lagu terbaru grup musik Cortis berjudul Açai serta kebiasaan salah satu anggotanya, Seonghyeon, yang kerap membagikan momen menikmati hidangan tersebut kepada para penggemar.
Fenomena itu membuat açai bowl kembali muncul di beranda TikTok dan Instagram. Tak hanya menjadi menu favorit pencinta makanan sehat, hidangan ini juga berkembang menjadi simbol gaya hidup modern yang identik dengan estetika dan budaya populer, terutama di kalangan Generasi Z.
Popularitas açai bowl kembali meningkat setelah Cortis merilis lagu bertajuk Açai. Lagu tersebut mendapat respons positif dari penggemar, tetapi perhatian publik semakin besar ketika Seonghyeon secara konsisten memperlihatkan kegemarannya mengonsumsi açai bowl melalui berbagai konten di balik layar maupun unggahan di media sosial.
Kombinasi antara lagu yang mudah diingat dan kebiasaan autentik sang idola memicu rasa penasaran para penggemar. Banyak warganet kemudian mencoba mencari hingga mencicipi açai bowl untuk merasakan makanan yang sering dikonsumsi Seonghyeon.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana budaya pop mampu memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Sosok publik dengan basis penggemar besar kini tidak hanya memengaruhi industri hiburan, tetapi juga mampu mengangkat kembali popularitas sebuah produk kuliner.
Açai bowl merupakan hidangan yang berasal dari Brasil dengan bahan utama buah açai, sejenis buah beri berwarna ungu tua yang tumbuh di kawasan hutan hujan Amazon. Buah ini dikenal memiliki kandungan antioksidan, serat, serta lemak sehat sehingga kerap diolah menjadi smoothie yang disajikan dalam mangkuk.
Penyajiannya biasanya dipadukan dengan granola, potongan buah segar, madu, biji chia, hingga aneka kacang-kacangan. Perpaduan rasa segar dan tampilan warna ungu alami menjadikan açai bowl menarik bagi pencinta kuliner sekaligus pengguna media sosial.
Seiring meningkatnya popularitas di media sosial, tampilan açai bowl juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dikenal sebagai menu sehat yang sederhana, kini berbagai gerai menghadirkannya dengan konsep lebih premium.
Beragam topping seperti almond butter, pistachio sauce, organic chia pudding, buah-buahan premium, hingga granola artisan menjadi pelengkap yang banyak ditawarkan. Selain memberikan variasi rasa, penyajian tersebut juga memperkuat nilai estetika sehingga banyak dibagikan dalam bentuk foto maupun video di TikTok dan Instagram.
Algoritma media sosial yang terus menampilkan konten serupa semakin mempercepat penyebaran tren tersebut. Akibatnya, açai bowl kembali menjadi salah satu menu yang banyak dicari, khususnya oleh kalangan remaja dan dewasa muda.
Fenomena ini paling terasa di kalangan Generasi Z yang dikenal cepat mengikuti perkembangan budaya populer. Bagi sebagian anak muda, menikmati açai bowl bukan hanya soal rasa, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.
Aura (18), seorang siswi, mengaku penasaran mencoba açai bowl setelah melihat banyak konten yang membahas makanan tersebut di media sosial.
"Kataku acai bowl yang viral sekarang itu sebenarnya kemahalan banget buat kantong pelajar, tapi jujur rasanya emang enak dan segar banget. Ditambah lagi warnanya yang ungu estetik itu pas banget buat difoto sebelum dimakan demi konten di feeds. Jadi ya, walaupun bikin dompet tipis, menurutku worth it banget buat sesekali gaya-gayaan biar kelihatan keren dan punya gaya hidup sehat di medsos," ujarnya.
Pengalaman Aura mencerminkan bagaimana keputusan membeli makanan kini tidak hanya dipengaruhi cita rasa, tetapi juga pengalaman visual serta tren yang berkembang di media sosial.
Kembalinya popularitas açai bowl menjadi contoh besarnya pengaruh budaya pop terhadap perubahan tren konsumsi masyarakat. Lagu Açai yang dibawakan Cortis, ditambah kebiasaan Seonghyeon menikmati hidangan tersebut, berhasil menghidupkan kembali tren kuliner yang sempat meredup.
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri hiburan kini memiliki dampak yang melampaui dunia musik. Rekomendasi tidak langsung dari seorang idola mampu membentuk minat konsumen, mengangkat kembali popularitas sebuah produk, sekaligus menciptakan tren baru yang menyebar dengan cepat melalui media sosial.
Editor : Lugas Rumpakaadi