Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sego Cawuk Bu Mantih Jadi Langganan Pilot dari Jakarta, Resep Orisinal Bertahan Sejak 1972

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 4 Juli 2026 | 05:45 WIB
JOSJIS: Pelanggan menikmati sego cawuk Bu Mantih. Perpaduan nasi, kuah santan, parutan kelapa muda, dan jagung bakar menambah gurihnya sego cawuk. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
JOSJIS: Pelanggan menikmati sego cawuk Bu Mantih. Perpaduan nasi, kuah santan, parutan kelapa muda, dan jagung bakar menambah gurihnya sego cawuk. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah menjamurnya kuliner modern, Sego Cawuk Bu Mantih di Rogojampi tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Banyuwangi. Berdiri sejak 1972, warung sederhana ini tidak hanya menjadi favorit warga lokal, tetapi juga rutin didatangi pelanggan dari berbagai kota, termasuk seorang pilot asal Jakarta yang mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi semangkuk sego cawuk racikan Bu Mantih.

Lebih dari lima dekade mempertahankan resep orisinal, warung milik perempuan berusia 77 tahun itu kini menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Banyuwangi.

Berawal dari Pasar Rogojampi, Kini Dekat Stasiun

Bu Mantih mengisahkan, warung sego cawuk miliknya pertama kali dibuka pada 1972 di kawasan Pasar Rogojampi.

Seiring perkembangan usaha, pada 2007 lokasi warung dipindahkan ke kawasan yang lebih strategis, yakni di dekat Stasiun Rogojampi.

Kini, selain melayani pembeli yang datang langsung, Sego Cawuk Bu Mantih juga dapat dipesan melalui layanan aplikasi daring sehingga semakin mudah dijangkau pelanggan.

"Awal pertama buka tahun 1972, saat itu belum ada yang jualan sego cawuk," kata Bu Mantih.

Perempuan yang berasal dari Kecamatan Songgon itu mengaku meracik sendiri resep sego cawuk yang hingga kini tetap dipertahankan tanpa banyak perubahan.

Pilot Jakarta Rela Terbang Demi Seporsi Sego Cawuk

Popularitas warung Bu Mantih terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pelanggannya datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Malang. Bahkan, sejumlah tokoh dan pejabat juga pernah menikmati hidangan khas Banyuwangi tersebut.

Salah satu pelanggan yang paling diingat Bu Mantih adalah seorang pilot asal Jakarta yang kerap menyempatkan diri datang setiap kali memiliki kesempatan terbang ke Banyuwangi.

Menurut Bu Mantih, sang pilot pernah melontarkan kalimat yang hingga kini masih diingatnya.

"Yang sering ke sini itu pilot dari Jakarta. Dia bilang kalau makan sego cawuk yang mahal perjalanannya, bukan harganya," ujarnya sambil tersenyum menirukan ucapan pelanggan tersebut.

Ungkapan itu menjadi bukti bahwa cita rasa sego cawuk Bu Mantih mampu menarik pelanggan dari luar daerah meski harus menempuh perjalanan jauh.

Pernah Dikunjungi Pejabat hingga Anggota Polisi

Tak hanya pilot, berbagai kalangan juga tercatat pernah mampir ke warung legendaris tersebut.

Anggota kepolisian menjadi pelanggan yang cukup sering datang, sementara mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari disebut telah beberapa kali menikmati sego cawuk Bu Mantih semasa menjabat.

Keberagaman pelanggan itu menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di tengah berkembangnya tren makanan modern.

Resep Orisinal Jadi Kunci Bertahan

Dalam melayani pembeli, Bu Mantih kini dibantu dua orang pekerja.

Meski kapasitas pelayanan bertambah, satu hal yang tidak pernah berubah adalah resep asli yang diraciknya sendiri sejak awal membuka usaha.

Menurutnya, keaslian rasa menjadi alasan utama pelanggan terus datang dan kembali menikmati sego cawuk buatannya.

"Ini resep saya sendiri. Kali pertama buka belum ada warung yang menjual sego cawuk," tegasnya.

Kuliner Tradisional yang Tetap Dicari Wisatawan

Sego cawuk merupakan salah satu kekayaan kuliner khas Banyuwangi yang dikenal melalui perpaduan rasa gurih, manis, segar, dan sedikit asam dalam satu sajian.

Keberadaan Warung Sego Cawuk Bu Mantih menjadi bukti bahwa resep tradisional yang dijaga konsistensinya mampu bertahan lebih dari 50 tahun, bahkan berkembang menjadi destinasi kuliner yang dicari wisatawan dari berbagai daerah.

Bagi pecinta wisata kuliner, menikmati seporsi sego cawuk di warung Bu Mantih bukan sekadar sarapan, melainkan pengalaman mencicipi salah satu warisan rasa yang telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Banyuwangi. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Bu Mantih #pilot Jakarta #Kuliner Banyuwangi #rogojampi #Sego Cawuk