Tidur di Hammock Bisa Bikin Cepat Terlelap, tetapi Salah Posisi Berisiko Picu Nyeri Punggung

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Tidur dan bersantai di hammock. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Tidur dan bersantai di hammock. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Hammock atau tempat tidur gantung kini tidak lagi sekadar perlengkapan favorit pencinta alam. Belakangan, hammock semakin banyak digunakan sebagai tempat bersantai di rumah, teras, hingga halaman karena memberikan sensasi melayang yang menenangkan setelah seharian beraktivitas.

Di balik rasa nyaman tersebut, hammock ternyata juga menyimpan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Sejumlah kajian yang dirangkum Healthline menyebutkan bahwa gerakan ayunan yang lembut dapat membantu seseorang lebih cepat tertidur, meningkatkan kualitas tidur, hingga mengurangi tekanan pada sendi. Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh apabila hammock digunakan dengan posisi yang benar dan dipasang secara aman.

Sensasi mengayun perlahan saat berbaring di hammock bukan sekadar memberikan rasa nyaman. Gerakan tersebut dipercaya mampu merangsang aktivitas otak untuk lebih cepat memasuki fase deep sleep atau tidur nyenyak.

Fase ini merupakan salah satu tahapan tidur yang penting karena berperan dalam proses pemulihan tubuh, memperbaiki jaringan, memperkuat daya tahan tubuh, serta membantu meningkatkan fungsi otak dan daya ingat. Karena itu, seseorang berpotensi lebih cepat terlelap ketika beristirahat di hammock dibandingkan pada permukaan yang tidak memberikan efek ayunan.

Selain membantu kualitas tidur, desain hammock yang menggantung juga membuat berat badan tersebar secara lebih merata. Kondisi tersebut mengurangi titik tekan pada tubuh (zero-pressure point), sehingga tekanan pada sendi dan otot menjadi lebih ringan.

"Desain hammock yang menggantung bebas membuat beban tubuh terbagi merata tanpa menekan titik-titik sendi tertentu seperti pada kasur yang keras. Asalkan posisi rebahannya benar, ini sangat membantu merelaksasi otot punggung yang tegang," ujar dr. Pratama (34), praktisi kesehatan.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut dapat membantu meredakan ketegangan otot punggung setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama.

Meski menawarkan berbagai manfaat, hammock bukan berarti bebas risiko. Penggunaan yang kurang tepat justru dapat membuat tulang belakang melengkung secara tidak alami sehingga memicu rasa tidak nyaman setelah bangun tidur.

Posisi tubuh yang mengikuti lengkungan hammock secara lurus dapat menyebabkan punggung menyerupai bentuk pisang. Dalam jangka pendek kondisi ini berpotensi memicu nyeri leher, kekakuan otot, hingga pegal pada bagian punggung bawah.

Selain itu, orang yang memiliki kebiasaan banyak bergerak saat tidur juga perlu lebih berhati-hati. Risiko tergelincir atau terjatuh tetap ada apabila hammock dipasang kurang kuat atau digunakan secara tidak benar.

Penggunaan hammock juga tidak selalu cocok bagi semua orang. Mereka yang memiliki gangguan tulang belakang tertentu, sedang mengalami cedera punggung, atau memiliki keluhan muskuloskeletal sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikan hammock sebagai tempat beristirahat secara rutin.

Agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal sekaligus meminimalkan risiko cedera, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tidur dengan posisi diagonal

Jangan berbaring lurus mengikuti arah hammock. Rebahkan tubuh sedikit menyilang atau diagonal agar permukaan hammock menjadi lebih rata sehingga tulang belakang tetap berada pada posisi yang lebih alami.

2. Atur sudut tali sekitar 30 derajat

Kemiringan tali sekitar 30 derajat dari titik penyangga dinilai mampu memberikan keseimbangan antara kelenturan dan kestabilan hammock sehingga tubuh tidak terlalu tenggelam.

3. Pastikan penyangga benar-benar kokoh

Gunakan pohon berdiameter besar atau struktur penyangga yang kuat dan stabil. Periksa kembali tali, simpul, serta kapasitas beban hammock sebelum digunakan untuk mengurangi risiko terjatuh.

4. Gunakan bantal kecil sebagai penopang

Tambahkan bantal kecil di bawah leher atau lutut apabila diperlukan. Penopang tambahan dapat membantu menjaga kelengkungan alami tulang belakang sehingga posisi tubuh tetap nyaman selama beristirahat.

Hammock dapat menjadi pilihan untuk melepas penat setelah beraktivitas atau digunakan sebagai tempat beristirahat dalam waktu singkat. Sensasi ayunan yang lembut serta distribusi beban tubuh yang lebih merata menjadi alasan mengapa banyak orang merasa lebih rileks ketika menggunakannya.

Meski demikian, penggunaan hammock sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Posisi rebah yang benar, pemasangan yang aman, serta tidak menggunakannya secara berlebihan menjadi kunci agar manfaat yang diperoleh lebih besar dibandingkan risikonya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
hammock