RADARBANYUWANGI.ID - Minuman matcha semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu minuman favorit masyarakat. Tidak hanya digemari pelajar dan mahasiswa, matcha juga menjadi pilihan pekerja hingga keluarga untuk menemani waktu bersantai maupun berkumpul bersama.
Cita rasa khas berpadu dengan warna hijau cerah menjadikan matcha mudah dikenali sekaligus menarik perhatian. Tak heran jika minuman berbahan dasar teh hijau ini banyak tersedia di berbagai kafe dan gerai minuman kekinian dalam beragam varian, mulai dari matcha latte, matcha es, hingga perpaduan dengan susu.
Popularitas matcha juga didorong oleh tampilannya yang estetik sehingga kerap diabadikan dan dibagikan melalui media sosial. Bagi sebagian pelanggan, matcha bahkan telah menjadi menu andalan setiap kali berkunjung ke kafe.
Mengutip Alodokter, di balik tren tersebut, matcha merupakan teh hijau bubuk khas Jepang yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Meski masih satu jenis dengan teh hijau biasa, proses budidaya dan pengolahannya berbeda sehingga menghasilkan kandungan nutrisi yang lebih tinggi.
Tanaman teh untuk matcha dinaungi selama sekitar dua pekan sebelum dipanen. Metode tersebut bertujuan mengurangi paparan sinar matahari sehingga produksi klorofil meningkat dan warna daun menjadi lebih hijau pekat. Proses ini juga meningkatkan kandungan kafein, asam amino, termasuk L-theanine, serta antioksidan.
Setelah dipanen, daun teh dikukus untuk menghentikan proses oksidasi, kemudian dikeringkan dan dipisahkan dari batang serta tulang daun. Bagian daun halus atau tencha selanjutnya digiling hingga menjadi bubuk hijau yang dikenal sebagai matcha.
Berbeda dengan teh hijau biasa yang hanya diseduh lalu ampasnya dibuang, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk sehingga seluruh kandungan nutrisi daun teh ikut diminum. Inilah yang membuat matcha banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman maupun aneka makanan.
Dalam dua sendok teh bubuk matcha yang diseduh dengan air hangat terkandung sekitar 14 kalori serta sejumlah nutrisi, seperti kalsium, zat besi, serat, dan antioksidan. Salah satu kandungan utamanya adalah katekin yang jumlahnya disebut lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Kandungan tersebut membuat matcha dipercaya memiliki beragam manfaat. Kafein di dalamnya dapat membantu meningkatkan energi dan konsentrasi. Sementara kombinasi L-theanine dan asam amino berpotensi mendukung fokus serta daya ingat sekaligus membantu mengurangi stres.
Selain itu, kandungan antioksidan pada matcha berperan menjaga kesehatan kulit dengan membantu melindungi sel dari paparan radikal bebas. Katekin juga dikaitkan dengan manfaat menjaga kesehatan jantung melalui pengendalian tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi matcha dalam membantu meningkatkan metabolisme sehingga dapat mendukung program penurunan berat badan apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula dan susu berlebihan. Di sisi lain, antioksidan pada matcha juga sedang diteliti terkait manfaatnya dalam menjaga kesehatan hati serta potensi mencegah perkembangan sel kanker, meski temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Agar manfaatnya tetap optimal, konsumsi matcha sebaiknya tidak berlebihan. Disarankan membatasi konsumsi bubuk matcha maksimal empat sendok teh per hari karena kandungan kafeinnya cukup tinggi.
Penyeduhan juga sebaiknya menggunakan air hangat, bukan air mendidih, untuk membantu menjaga kandungan nutrisinya. Penambahan gula maupun susu juga perlu dibatasi agar asupan kalori tidak meningkat secara berlebihan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Alodokter