Dinkes Banyuwangi Ungkap Risiko Vape, Bupati Ipuk Minta Orang Tua Waspada

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 23:30 WIB
ILUSTRASI vape
ILUSTRASI vape

RADAR BANYUWANGI – Meningkatnya penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Ipuk Fiestiandani mengingatkan masyarakat agar tidak memiliki anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Menurutnya, pilihan paling sehat adalah tidak menggunakan produk tembakau maupun rokok elektronik dalam bentuk apa pun.

Pernyataan tersebut disampaikan Ipuk sebagai bentuk ajakan kepada orang tua, pendidik, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari paparan zat adiktif yang dapat mengancam kesehatan dan masa depan mereka.

"Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dengan persepsi bahwa vape adalah produk yang aman. Pilihan paling tepat bukan beralih ke vape, melainkan tidak menggunakan produk rokok maupun rokok elektronik sama sekali. Melindungi generasi muda dari zat adiktif merupakan investasi penting bagi masa depan Banyuwangi," tegas Ipuk.

Menurut Ipuk, meningkatnya tren penggunaan vape di kalangan anak-anak dan remaja tidak boleh dianggap sebagai fenomena biasa. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, serta tokoh agama untuk memperkuat edukasi mengenai bahaya rokok elektronik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, dari perspektif kesehatan masyarakat, vape tetap mengandung nikotin yang bersifat adiktif serta berbagai senyawa kimia yang berpotensi membahayakan tubuh.

Ia menjelaskan, paparan zat-zat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta mengganggu perkembangan otak remaja yang masih berada pada masa pertumbuhan.

"Vape bukan produk yang aman. Aroma yang harum dan uap yang tampak ringan tidak menghilangkan kandungan nikotin maupun bahan kimia berbahaya di dalamnya. Penggunaan sejak usia muda justru meningkatkan risiko ketergantungan yang dapat berdampak hingga dewasa," ujar Amir.

Amir mengatakan, persepsi bahwa vape lebih sehat dibandingkan rokok menjadi tantangan besar dalam pengendalian konsumsi nikotin. Berbagai hasil penelitian menunjukkan aerosol yang dihasilkan rokok elektronik tetap mengandung partikel halus, logam berat, serta senyawa kimia yang dapat memicu peradangan saluran pernapasan, menurunkan fungsi paru, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.

Selain dampak kesehatan, Dinkes Banyuwangi juga menyoroti penyalahgunaan perangkat vape sebagai media konsumsi narkotika dan zat psikoaktif lainnya. Fenomena tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena sulit dikenali dan berpotensi menyasar kalangan pelajar maupun remaja.

"Oleh karena itu, kami mendukung penuh Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2026 sebagai penguat upaya promotif dan preventif yang selama ini dilakukan pemerintah. Fatwa ini sejalan dengan bukti ilmiah bahwa anak-anak, remaja, ibu hamil, dan kelompok rentan harus dilindungi dari paparan rokok elektronik. Edukasi perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa pilihan terbaik bagi kesehatan adalah tidak menggunakan vape maupun produk tembakau dalam bentuk apa pun," tegas Amir.

Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2026 menetapkan haram penggunaan vape untuk mengonsumsi narkotika dan zat terlarang lainnya. Fatwa tersebut juga mengharamkan penggunaan vape bagi anak-anak, remaja, ibu hamil, serta kelompok rentan, sekaligus melarang penggunaan rokok elektronik di ruang publik karena berpotensi membahayakan orang lain.

Bupati Ipuk berharap fatwa tersebut menjadi momentum memperkuat gerakan bersama dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok dan vape. Menurutnya, keberhasilan upaya tersebut bergantung pada sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, hingga tokoh agama.

"Melindungi generasi muda dari bahaya nikotin bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan generasi Banyuwangi yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ketergantungan zat adiktif," pungkas Ipuk. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
bupati ipuk rokok elektronik Dinkes Banyuwangi bahaya vape banyuwangi