Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Tekankan Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat di Rumah Sakit Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Jumat, 3 Juli 2026 | 06:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rakor yang diikuti para pemangku kepentingan bidang kesehatan di Banyuwangi beberapa hari lalu. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani dalam rakor yang diikuti para pemangku kepentingan bidang kesehatan di Banyuwangi beberapa hari lalu. (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pemangku kepentingan bidang kesehatan memperkuat kolaborasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan yang paling mendesak di Banyuwangi.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk setelah menggelar pertemuan dengan ratusan stakeholder kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan klinik, perguruan tinggi kesehatan, organisasi profesi, hingga perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Saya minta untuk saling memperkuat konsolidasi dan kolaborasi untuk memastikan semua sumber daya yang ada fokus pada problem kesehatan yang paling penting dan paling mendesak," ujar Ipuk, Rabu (2/7).

Menurut Ipuk, kolaborasi menjadi semakin penting karena kemampuan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki keterbatasan. Sementara di sisi lain, masyarakat terus menuntut layanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses.

"Maka, kita semua harus saling kolaborasi, saling terhubung untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan," katanya.

Fokus pada Program Prioritas Kesehatan

Dalam pertemuan tersebut, Ipuk menegaskan sejumlah program prioritas kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah daerah pada 2026. Fokus tersebut meliputi peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, penanggulangan tuberkulosis (TB) dan HIV, penguatan pelayanan kesehatan primer, kesehatan jiwa remaja, hingga perlindungan kelompok rentan.

Ia berharap seluruh lembaga kesehatan dapat menyelaraskan program kerja masing-masing dengan agenda prioritas daerah.

"Kami berharap semua pihak bisa mendukung pada program prioritas kesehatan daerah tersebut dalam program kegiatan masing-masing," ujarnya.

Rumah Sakit Diminta Terapkan Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat

Kepada pimpinan rumah sakit pemerintah maupun swasta, Ipuk meminta komitmen untuk menerapkan zero penolakan pasien gawat darurat.

Selain itu, ia mendorong penguatan integrasi layanan antara rumah sakit dan puskesmas agar sistem rujukan pasien berjalan lebih cepat dan efisien, mengingat hampir seluruh fasilitas kesehatan di Banyuwangi telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Sehingga ada koneksi antara puskesmas dan rumah sakit supaya ketika pasien perlu dirujuk bisa cepat dan efisien. Karena hampir semua rumah sakit dan klinik telah menyediakan layanan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Kampus dan Organisasi Profesi Didorong Berinovasi

Ipuk juga mengajak perguruan tinggi kesehatan dan organisasi profesi menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan berbagai program kesehatan.

Menurutnya, peran akademisi sangat penting untuk menjaga kompetensi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.

"Kami berharap kampus bisa memperkuat kolaborasi melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan pendampingan program kesehatan," katanya.

Perkuat Peran Puskesmas dan Posyandu

Kepada para kepala puskesmas, Ipuk meminta agar fasilitas kesehatan tingkat pertama semakin mengedepankan layanan promotif dan preventif.

Ia juga mendorong optimalisasi lebih dari 2.300 Posyandu dan sekitar 13 ribu kader kesehatan yang dimiliki Banyuwangi sebagai pusat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

"Kunjungan rumah harus diperkuat. Ibu hamil risiko tinggi, bayi, balita, lansia, penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes harus dipantau secara aktif," tegasnya.

Selain tenaga kesehatan, para camat juga diminta menggerakkan pemerintah desa, kelurahan, PKK, Posyandu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar turut mendukung berbagai program kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspotondo Tondo Wicaksono mengatakan dukungan seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda pembangunan kesehatan daerah.

"Kami berterima kasih atas semua kontribusi yang telah diberikan oleh pemangku kesehatan daerah," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yayan itu berharap tahun 2026 menjadi momentum konsolidasi pelayanan kesehatan di Banyuwangi.

"Tahun ketika kita bekerja lebih fokus, lebih efisien, lebih kolaboratif," pungkasnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kesehatan Banyuwangi #pelayanan kesehatan #rumah sakit #Ipuk Fiestiandani #puskesmas