Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RSUD Blambangan Hadirkan Teknologi BIA, Cek Usia Metabolik dan Komposisi Tubuh Lebih Akurat

Ali Sodiqin • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB

Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Angka timbangan kerap menjadi patokan utama masyarakat dalam menilai kondisi kesehatan.

Padahal, berat badan turun atau naik belum tentu mencerminkan keadaan tubuh yang sesungguhnya.

Menjawab tantangan tersebut, RSUD Blambangan kini menghadirkan teknologi Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA) untuk memetakan kondisi tubuh secara lebih akurat dan menyeluruh.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Blambangan, dr. Median Brahmantyo, Sp.PD, mengungkapkan bahwa banyak pasien terjebak pada persepsi keliru tentang berat badan.

Tidak sedikit orang yang merasa sudah menjalani diet ketat hingga berat badan turun, namun tubuh justru terasa lemas dan mudah lelah.

RSUD Blambangan menghadirkan teknologi BIA untuk cek usia metabolik dan komposisi tubuh. Bantu terapi penyakit lebih presisi dan akurat.
RSUD Blambangan menghadirkan teknologi BIA untuk cek usia metabolik dan komposisi tubuh. Bantu terapi penyakit lebih presisi dan akurat.

Sebaliknya, ada pula yang berusaha menaikkan berat badan dengan makan sembarangan, tetapi yang muncul justru keluhan perut begah dan sesak napas.

“Masalahnya satu, kita sering tertipu oleh angka timbangan,” jelas dr. Median.

Ia menegaskan bahwa tubuh kurus tidak serta-merta menandakan kondisi kesehatan yang baik.

Dalam praktik klinis, pihaknya kerap menemukan pasien dengan berat badan normal, namun menyimpan penumpukan lemak jahat pada organ dalam atau visceral fat.

“Kurus bukan jaminan bebas penyakit. Penumpukan lemak visceral justru sering kami temukan pada pasien yang secara kasat mata terlihat normal,” ungkapnya.

Untuk menghindari “jebakan” timbangan konvensional tersebut, RSUD Blambangan menghadirkan alat Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA). Berbeda dengan timbangan biasa, BIA mampu memetakan komposisi tubuh secara detail dan ilmiah.

Melalui teknologi ini, pasien dapat mengetahui berbagai parameter penting, mulai dari persentase massa otot, kadar air tubuh, massa tulang, hingga usia metabolik tubuh yang sebenarnya.

Data tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan terapi yang tepat, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, jantung, maupun gangguan ginjal.

“Dengan BIA, kita bisa menilai apakah terapi yang dijalankan benar-benar memangkas lemak, atau justru menggerus massa otot yang seharusnya dipertahankan,” jelas dr. Median.

Ia menambahkan, kehilangan otot tanpa disadari justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang, termasuk menurunnya daya tahan tubuh dan kualitas hidup saat usia lanjut.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, menyampaikan bahwa kehadiran teknologi BIA menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis data dan teknologi.

Menurutnya, warga Banyuwangi kini tidak perlu lagi pergi jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan analisis kesehatan berstandar tinggi.

“Kami mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi pada data kesehatan yang akurat demi masa tua yang lebih bugar dan berkualitas. Konsultasikan kesehatan Anda di Poli Penyakit Dalam RSUD Blambangan,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi kesehatan diharapkan mampu mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan, mulai dari aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, hingga menjaga kualitas istirahat yang cukup.

Dengan hadirnya teknologi BIA di RSUD Blambangan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa kesehatan tidak sekadar diukur dari berat badan, melainkan dari keseimbangan dan kualitas komposisi tubuh secara menyeluruh. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Cek Usia Metabolik #rsud blambangan