Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Gencarkan Skrining TBC Serentak di 25 Puskesmas! Bupati Ipuk: Deteksi Dini Kunci Tekan Penularan

Ali Sodiqin • Kamis, 13 November 2025 | 01:19 WIB
Pemkab Banyuwangi gelar skrining TBC serentak di 25 puskesmas. Ipuk Fiestiandani ajak warga jaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan.
Pemkab Banyuwangi gelar skrining TBC serentak di 25 puskesmas. Ipuk Fiestiandani ajak warga jaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC).

Sebanyak 25 puskesmas di seluruh wilayah Banyuwangi secara serentak melaksanakan skrining TBC, Rabu (12/11). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya deteksi dini agar penanganan TBC bisa dilakukan lebih cepat dan penularan dapat ditekan.

“Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan,” ujar Ipuk saat meninjau skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, seperti dikutip dari laman banyuwangikab.go.id.

Selain skrining, Ipuk juga mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, mulai dari gizi seimbang, kebersihan lingkungan, hingga mengurangi kebiasaan merokok.

“Sanitasi rumah dan lingkungan juga harus diperhatikan agar tidak menjadi tempat penularan penyakit,” tambahnya.

Pada momentum yang sama, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan sembako bagi pasien TBC dari keluarga pra sejahtera. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program “Belanja Cantik 11/11”, di mana ASN dan lintas instansi berbelanja di warung rakyat, lalu hasilnya disalurkan untuk warga kurang mampu.

“Khusus bulan November, bantuan ini kami salurkan untuk pasien TBC, anak stunting, dan keluarga pra sejahtera,” jelas Ipuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya juga fokus pada perbaikan sanitasi dan sirkulasi udara di rumah pasien.

“Kami bantu beberapa rumah dengan genteng kaca agar sinar matahari bisa masuk. Selain itu, kader posyandu juga memberikan edukasi pencegahan agar keluarga tidak ikut tertular,” terang Amir.

Dinkes melibatkan 11.684 kader posyandu untuk aktif melakukan penemuan kasus TBC (active case finding).

Mereka juga menjadi Pengawas Minum Obat (PMO) yang memastikan pasien TBC minum obat secara rutin hingga sembuh.

Bagi pasien positif TBC, pengobatan dilakukan secara gratis melalui puskesmas dan rumah sakit. Sedangkan untuk kontak erat yang belum menunjukkan gejala, diberikan obat terapi pencegahan TBC (TPT).

“Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC di Banyuwangi. Kami fokus pada pencegahan, rumah sehat, dan pengobatan teratur,” ujarnya.

Untuk kasus TBC yang lebih berat, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruangan dan dokter khusus bagi pasien tuberkulosis resisten obat (TB MDR).

Salah satu pasien TBC, Suhaimi (57), warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku mendapat pengobatan gratis dan pelayanan maksimal.

“Saya tiga bulan rutin berobat. Obatnya diantar langsung petugas puskesmas, semua gratis tanpa biaya sepeser pun,” ujarnya.

Langkah cepat dan kolaboratif Pemkab Banyuwangi ini menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam mewujudkan Banyuwangi bebas TBC 2030 melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan lingkungan sehat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bupati ipuk #Deteksi Dini #skrining tbc #banyuwangi #puskesmas