RADARBANYUWANGI.ID - Bangunan Puskesmas Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kini tengah direnovasi agar bisa menerapkan layanan kesehatan berbasis modern.
Namun, siapa sangka lokasi tersebut dulunya merupakan kawasan lokalisasi yang cukup ramai.
Tempat yang dulu dikenal dengan sebutan Lokalisasi Palurejo itu cukup terkenal di awal era tahun 1990.
Menurut Hadi Kusmanto, 57, salah seorang warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, area yang kini menjadi Puskesmas Tembokrejo dulunya salah satu spot paling ramai mangkalnya pekerja seks komersial (PSK).
Dulu banyak deretan kamar dan rumah-rumah yang melayani bisnis syahwat di lokasi itu. Saat musim panen ikan, kawasan tersebut akan menjadi sangat ramai.
Puluhan becak dan kendaraan pribadi berjajar membawa tamu. Namun, pada April 1993, Pemkab Banyuwangi membangun Puskesmas Tembokrejo di atas lahan tanah tersebut.
Sejak saat itulah, bilik-bilik yang dulu menjadi tempat praktik prostitusi di Desa Tembokrejo dan Bagorejo, digantikan menjadi tempat layanan kesehatan.
“Dulu di sini bilik-bilik lokalisasi. Sekarang semua bersih. Setelah ada Puskesmas, banyak warga yang dulunya bekerja di lokalisasi ikut berubah. Ada yang jadi tukang kebun, tukang parkir, bahkan pegawai negeri,” ujar Hadi.
Berdirinya Puskesmas Tembokrejo memang tidak langsung menghilangkan aktivitas di lokalisasi Palurejo. Perlahan, transformasi sosial mulai bergulir.
Pria yang menjadi perawat di Puskesmas Tembokrejo sejak 1994 itu mengatakan, keberadaan Puskesmas membawa dampak besar bagi lingkungan.
Salah satu kisah menarik datang dari pasangan Bu Samat dan Pak Samat, yang dulunya bekerja di sekitar lokalisasi.
Setelah Puskesmas berdiri, Bu Samat menjadi tukang bersih-bersih di sana.
Sementara Pak Samat yang sempat menjadi tukang parkir di lokalisasi menjadi tukang kebun dan penjaga Puskesmas.
Tak hanya itu, didorong para pegawai Puskesmas, Pak Samat mau menempuh pendidikan kejar paket A hingga berhasil menjadi pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Ini salah satu contoh. Ya memang tidak mudah, tapi semenjak Puskesmas berdiri, praktik prostitusi berkurang. Masyarakat hidupnya semakin membaik setelah kesehatan juga semakin baik," terangnya
Kini Puskesmas Tembokrjo telah berubah total. Tempat itu menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang melayani ribuan warga di wilayah pesisir selatan Banyuwangi.
Puskesmas tersebut menjadi faskes induk yang melayani empat desa di sekitarnya, seperti Desa Kumendung, Bangorejo, Sumbersewu, dan Muncar.
Kepala Puskesmas Tembokrejo Suyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pembangunan dan pembenahan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Mulai ruang pemeriksaan ibu dan anak, IGD klinik gigi, dan apotek. Area depan yang dulu merupakan deretan kamar lokalisasi kini berubah menjadi tempat layanan kesehatan baru untuk masyarakat.
“Di bagian depan akan dibangun ruang IGD, ruang pelayanan, serta ruang ibu dan anak. Setiap hari ada lebih dari 50 warga yang berobat di sini. Semoga ke depan pelayanan bisa semakin meningkat,” tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin