Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sinshe Acong Safari Pengobatan di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi: Digelar Sepekan, Hari Pertama Tangani Puluhan Pasien

Niklaas Andries • Selasa, 12 November 2024 | 04:01 WIB
TANPA MENYENTUH: Sinshe Acong menangani pasien yang berobat di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.
TANPA MENYENTUH: Sinshe Acong menangani pasien yang berobat di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

Radarbanyuwangi.id - Kabar gembira. Sinshe (orang yang menguasai keterampilan dan pengobatan tradisional Tiongkok) Acong melakukan safari pengobatan berbagai penyakit di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi mulai Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11).

Pengobatan tradisional ini menggunakan kombinasi terapi anmo dari Tiongkok dengan ilmu spiritual.

Pengasuh Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi Kadapi Kadiso mengatakan, safari pengobatan terapi anmo dari Tiongkok digelar ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pengobatan digelar tanpa tarif, tetapi cukup dengan memberi angpao seikhlasnya. ”Masyarakat kadang ingin berobat, tetapi terhambat oleh biaya,” ujarnya.

Kadapi mengatakan, safari pengobatan bersama Sinshe Acong ini terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin berobat bisa langsung mendaftar di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo.

Pengobatan dimulai pukul 08.00–17.00. ”Oleh sebab itu, mari bagi warga yang ingin berobat alternatif bersama Sinshe Acong bisa langsung datang,” ujar pengusaha sukses ini.

Sementara itu, Sinshe Acong mengatakan, pengobatan tradisional terapi anmo masuk ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu, tepatnya sejak orang Tionghoa masuk ke nusantara.

Metode penyembuhan yang diterapkan Sinshe Acong adalah menggabungkan antara terapi anmo dengan ilmu spiritual.

Sehingga, dalam pengobatannya tidak bersentuhan langsung dengan pasien, membuat pasien tidak merasakan sakit saat proses terapi.

”Semua tergantung pada Sang Pencipta, apabila diberi kesembuhan ya bisa sembuh,” katanya.

Sinshe Acong melayani berbagai penyakit mata antara lain katarak, rabun jauh, rabun dekat, silinder, kerusakan mata akibat radiasi, dan gagal operasi karena katarak.

Selain itu, Sinshe Acong juga dapat menyembuhkan penyakit telinga seperti kurangnya pendengaran dan telinga berdengung.

Juga melayani penyakit saraf dan persendian seperti saraf kejepit, sakit pada bahu, leher, lutut, kaki, dan lain-lain. ”Akan tetapi tidak melayani penyakit stroke dan parkinson,” katanya.

Kadapi menambahkan, warga yang ingin mendapat pelayanan pengobatan bisa melakukan pendaftaran secara langsung di lokasi, yakni di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi atau menghubungi 081361711062.

Pengobatan Sinshe Acong menggunakan tenaga dalam yang dia dapat melalui pendekatannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya menggunakan kuas yang digerakkan dan diarahkan ke pasien.

”Seperti media kuas yang saya gunakan, alat ini hanya perantara penyaluran energi spiritual ke pasien untuk pengobatan,” ungkap Acong.

Acong menjelaskan, Selain menggunakan media kuas, dirinya juga menggunakan daun sirih sebagai media pengobatan.

Sebab, daun sirih merupakan daun dengan kasta paling tinggi sehingga mempermudah untuk meminta kesembuhan kepada Yang Maha Kuasa.

”Menempelkan daun sirih ke titik yang terasa sakit, lalu berdoa kepada Sang Pencipta agar lekas diberi kesembuhan,” jelasnya.

TUNGGU GILIRAN: Pasien antre untuk mendapat pengobatan dari Sinshe Acong di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi (11/11).
TUNGGU GILIRAN: Pasien antre untuk mendapat pengobatan dari Sinshe Acong di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi (11/11).

Dengan pengobatan tradisional ini banyak yang sudah merasakan perubahan setelah diterapi.

Memang tidak bisa langsung sembuh total, tetapi secara bertahap. Seperti penyakit katarak, proses pengobatannya dilakukan dua atau tiga kali sampai sembuh. ”Tergantung pada penyakitnya, ketika ringan maka proses penyembuhannya cepat,” kata Acong.

Alex Martin, salah satu pasien mengatakan, sebelum mengikuti pengobatan dirinya mengalami gangguan mata. Mata sebelah kiri tidak secerah mata kanan.

”Setelah mengikuti pengobatan terapi, mata kiri lebih mendingan dari sebelumnya,” ujar pria asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Salah satu pasien lain mengaku menderita tumor di belakang bola mata sebelah kanan sehingga penglihatannya terganggu.

”Saya sudah mengikuti pengobatan terapi sebanyak lima kali. Setiap habis ikut pengobatan rasanya mata saya lebih ringan dan ada perubahan secara bertahap,” ungkap pria asal Kampung Melayu yang enggan disebut namanya.

Pasien lainnya, Basuki mengatakan bahwa dia sering merasa kebas saat melakukan aktivitas sehari-hari pada tangan dan kaki.

”Lebih mendingan dari sebelumnya. Semoga ke depannya bisa sembuh total,” kata pria berusia 52 tahun asal Kelurahan Sumberrejo itu. (*)

Editor : Niklaas Andries
#pengobatan #tiongkok #penyakit #masjid #safari #banyuwangi #muhammad cheng hoo