Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasien Sempat Takut Periksa ke Dokter, Pengakuan Pasien Penderita Tumor Kista 7,1 Kg yang Dioperasi di RSUD Genteng

Gareta Yoga Eka Wardani • Selasa, 27 Februari 2024 | 16:13 WIB

dr Hj Siti Asiyah Angraeni MMRS FISQua
dr Hj Siti Asiyah Angraeni MMRS FISQua
Radarbanyuwangi.id – Pasien berinisial S, 52, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, sebenarnya sudah mengetahui dalam perutnya ada tumor kista.

Tapi, ibu paro baya itu tidak mau memeriksakan ke dokter karena takut menjalani operasi.

Itu disampaikan Direktur RSUD Genteng dr Hj Siti Asiyah Angraeni MMRS FISQua pada Jawa Pos Radar Genteng, terkait tim bedahnya yang baru sukses mengangkat tumor kista dengan berat 7,1 Kilogram pada Jumat (23/2).

“Ibu S itu sudah lama ada masalah di perutnya,” terangnya.

Dalam pengakuannya, terang dia, S mengaku ada yang aneh di perutnya sejak 2019.

Rasa sakit hanya ditahan karena perempuan berumur paro baya itu takut.

“Selama ini hanya diam saja, mungkin takut operasi,” jelasnya.  

Selama merasakan sakit di perutnya, lanjut dia, S pernah periksa.

Tapi, hasil pemeriksaan tidak pernah ditindaklanjuti. Hingga akhirnya, penyakitnya semakin serius dan perutnya juga terus membesar.

“Karena sudah merasakan sakit, baru datang ke RSUD Genteng,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, masih kata dia, ternyata penyakit tumornya sudah serius dan harus segera diangkat.

“Penyakitnya sudah bertahun-tahun, setelah dioperasi tumornya sangat besar, beratnya 7,1 kilogram,” ungkapnya.

Menurut dr Asiyah, selama 2024 ini RSUD Genteng berhasil melakukan operasi pengangkatan giant tumor yang sudah besar sebanyak dua kali.

Selain S, pada 29 Januari 2024 tim bedah RSUD Genteng juga melakukan pengangkatan giant tumor ovarium dengan berat 4,9 kilogram yang diidap H, 56, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

“Pemeriksaan kurang cepat hingga tumornya besar, mau periksa kalau sudah ada keluhan,” cetusnya.

dr Asiyah meminta masyarakat tidak takut memeriksakan kesehatannya, terutama saat ada benjolan di tubuhnya.

Sehingga dapat dideteksi awal dan mendapat tindakan lanjut sejak dini.

“Tidak perlu takut, karena SDM (sumber daya manusia) tenaga kesehatan dan fasilitas sudah mumpuni tanpa harus dirujuk di luar kota,” terangnya.

Kedua pasien pengangkatan giant tumor itu, masih kata dr Asiyah, semua warga miskin.

H melakukan operasi secara gratis dengan Surat Pernyataan Miskin (SPM). Sedangkan S menggunakan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kasus ini tidak rawat inap terlalu lama, seteloah diperiksa di poli atau ICU, langsung dijadwalkan tindakan operasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, RSUD Genteng kembali menunjukkan kualitasnya dalam bidang kesehatan.

Rumah sakit plat merah yang berlokasi di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu berhasil melakukan operasi pengangkatan giant tumor berukuran 25 centimeter kali 25 centimeter dengan berat 7,1 kilogram pada Jumat (23/2).

Tumor kista dengan berat 7,1 kilogram itu, diangkat melalui operasi oleh tim bedah RSUD Genteng yang dipimpin dr Y Rendy Tarigan SPOG dengan pasien berinisial S, 52, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

“Mulanya pasien ini dating ke Poli Kandungan RSUD Genteng dengan keluhan perut membesar setahun lebih,” cetus Direktur RSUD Genteng, dr Hj Siti Asiyah Angraeni MMRS FISQua.(rei/abi)

Editor : Niklaas Andries
#bpjs #sempu #dusun #Ovarium #giant #poli #miskin #Jambewangi #PBI #kecamatan #Kilogram #pasien #icu #Tenaga Kesehatan #rsud genteng #spm #Tumor Kista #desa #Direktur #surat #pernyataan #poli kandungan #sdm #Operasi #genteng