RadarBanyuwangi.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi juga mewaspadai penyebaran polio di Bumi Blambangan.
Sejumlah upaya antisipasi dilakukan, termasuk dengan menggelar imunisasi polio serentak di seantero Banyuwangi.
Sekadar diketahui, setelah mendapat sertifikat zero polio oleh Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2014, kasus penyakit yang disebabkan serangan virus polio tersebut kembali muncul di sejumlah daerah di tanah air.
Baru-baru ini ditemukan tiga kasus polio di Kepulauan Madura, yakni Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan.
Selain di wilayah tersebut, kasus polio juga muncul di Aceh dan Klaten.
Menanggapi hal itu, Dinkes berupaya melakukan antisipasi dengan menggelar imunisasi polio serentak di Banyuwangi.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal upaya pencegahan, meski belum tercatat adanya temuan kasus di wilayah Bumi Blambangan.
”Imunisasi polio akan berlangsung pada 15 sampai 20 Januari. Disuntikkan secara serentak di seluruh puskesmas se-Banyuwangi pada seluruh anak usia 0–7 tahun,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Amir Hidayat.
Amir mengaku, pihaknya telah menyiapkan 172.237 sasaran imunisasi polio secara menyeluruh.
Pihaknya juga meminta masyarakat hadir ke puskesmas.
Menurut dia, polio merupakan penyakit yang berbahaya serta dapat menular melalui tinja.
Virus polio akan menyerang saraf pada anak hingga menyebabkan kelumpuhan.
”Mohon diteliti untuk gejala awal polio adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, dan nyeri. Ada treatment khusus, tapi rendah kemungkinan untuk sembuh,” tuturnya.
Amir menambahkan, pihak Dinkes juga akan menerjunkan seluruh petugas puskesmas untuk turun ke lapangan dengan melakukan sistem jemput bola pada 12–28 Januari.
”Kemudian pada 19–24 Februari imunisasi polio tahap kedua akan kami agendakan ulang. Semoga upaya ini dapat menumbuhkan hasil positif karena bentuk pencegahan ini sangat penting,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin