RadarBanyuwangi.id – Setelah menyasar golongan lansia, vaksinasi massal kini menyasar anak-anak. Suntik vaksin perdana untuk anak-anak usia 12 sampai 17 tahun kemarin dilakukan di markas Kodim 0825 Banyuwangi. Ada 300 dosis vaksin yang disediakan.
Ratusan anak usia pelajar terlihat antre menunggu giliran disuntik vaksin jenis Sinovac. Sebelum disuntik, mereka lebih dulu melakukan pendaftaran kemudian dilanjutkan skrining oleh petugas. Jika dinyatakan sehat, mereka baru bisa antre untuk mendapatkan dosis suntikan vaksin tahap pertama.
Dokter Poli Kesehatan Kodim 0825 Banyuwangi dr Merida Larisa mengatakan, ada perluasan vaksinasi untuk anak-anak dengan pemberian dosis sama seperti orang dewasa, yakni setengah mililiter. Untuk kuota suntik vaksin anak total berjumlah 300 vaksin. Hanya saja yang divaksin pada Kamis kemarin (15/7) dibatasi 100 anak. ”Sebelum divaksin, ada observasi lebih dulu. Jika punya riwayat sakit harus ada rekomendasi dari dokter,” kata Merida.
Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, vaksinasi anak usia di bawah 17 tahun dilakukan sebagai bentuk perluasan vaksinasi masyarakat. Kodim menargetkan vaksinasi dapat menyasar hingga 3.700 anak di Banyuwangi.
Adapun pelaksanaan vaksinasi dilakukan vaksinator dari tim medis Kodim 0825 Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. ”Vaksinasi ini bukan karena tahun ajaran baru, tapi mengantisipasi penularan Covid. Dengan suntik vaksin, anak-anak punya imunitas terhadap virus Covid-19,” tegas Dandim 0825 Banyuwangi ini.
Kodim Banyuwangi mengawali vaksinasi anak untuk membentengi imun pelajar sehingga potensi risiko penularan Covid berkurang. Di sejumlah daerah sudah ada anak dan remaja yang terpapar virus korona. Dengan sejumlah pertimbangan, akhirnya dilakukan perluasan vaksinasi yang menyasar anak-anak usia remaja. ”Semoga saja di Banyuwangi anak-anak tidak sampai ada yang terpapar Covid-19. Makanya kita kejar-kejaran dengan melakukan vaksinasi secepatnya,” kata Eko.
Sementara itu, sejumlah anak-anak usia remaja tampak antusias mengikuti vaksinasi. Mereka tampak tidak takut dengan jarum suntik. Dinda, 14, salah satu peserta vaksinasi mengaku senang bisa ikut vaksinasi. Selain gratis, vaksinasi bisa melindungi diri dari virus korona. ”Virus Covid-19 berbahaya, kalau sudah vaksin bisa melindungi diri dan bisa lebih sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Polresta Banyuwangi kemarin juga menggelar vaksinasi gratis di Kelenteng Tik Liong Tian Rogojampi. Vaksinasi yang menggandeng petugas dari Dinas Kesehatan Banyuwangi itu dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Kesadaran masyarakat mendatangi sentra vaksinasi semata untuk melindungi diri dari ancaman virus korona. Pertimbangan lain ikut vaksin adalah untuk mendapatkan sertifikat vaksin sebagai persyaratan menempuh perjalanan dalam negeri. ”Saya tidak bisa balik ke Bali karena belum punya sertifikat vaksin,” ungkap Tini, 50, peserta vaksin asal Bali.
Tini mengaku sebelum adanya PPKM Darurat Sabtu lalu (3/7), dia bersama suaminya pulang ke Banyuwangi karena ibunya meninggal dunia. Namun, ketika hendak kembali ke Bali dia harus menunjukkan sertifikat vaksin. ”Saya sempat kecele dan disuruh balik lagi karena tidak punya sertifikat vaksin karena memang belum pernah vaksin Covid-19,” katanya.
Sejak ditolak oleh petugas Pelabuhan Ketapang itulah, Tini memutuskan kembali ke Rogojampi sembari mencari informasi adanya pelaksanaan vaksinasi. ”Begitu tahu ada informasi vaksinasi di kelenteng, saya langsung ke sini. Selain untuk kesehatan diri, saya butuh sertifikat vaksin untuk syarat perjalanan,” jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi kali ini menyasar 400 warga di Kecamatan Rogojampi. Penyelenggaraan vaksinasi dipusatkan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian Rogojampi. Kegiatan vaksinasi dibantu vaksinator dari Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi.
Pelaksanaan vaksinasi diawasi langsung oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Agar tidak timbul kerumunan, peserta vaksin dibatasi setiap jamnya agar lebih teratur. Vaksinasi digelar selama dua hari. Selain diikuti oleh warga keturunan Tionghoa di Rogojampi, vaksinasi diikuti oleh masyarakat umum dari sejumlah kecamatan di Banyuwangi. ”Kami bersyukur pelaksanaan vaksinasi di kelenteng berjalan lancar,” ujar pengurus TITD Tik Liong Tian Rogojampi Ami Santoso. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin