RADAR BANYUWANGI – Kasus dugaan pencurian jeruk di Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, masih bergulir di meja penyidik. Seorang terduga pelaku berinisial HS, warga Desa/Kecamatan Bangorejo, masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bangorejo. Polisi menduga aksi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi.
Kasus itu menjadi perhatian setelah dugaan pencurian jeruk pada Selasa (15/9) dini hari berujung aksi massa. Dua pria yang diduga mengambil jeruk nipis dan jeruk manis di sebuah perkebunan tertangkap warga.
Salah seorang terduga pelaku, VK, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka serius setelah menjadi sasaran amukan massa. Sementara HS diamankan dan hingga Kamis (17/9) masih menjalani pemeriksaan polisi.
Kapolsek Bangorejo Iptu Wahid Hasyim Basri mengatakan, penyelidikan terhadap perkara tersebut masih dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan aksi pencurian yang dilakukan kedua pria tersebut.
“Motifnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Hasyim, Rabu (17/9).
Kepergok Saat Memetik Jeruk
Dari pemeriksaan awal terhadap HS, polisi memperoleh keterangan bahwa terduga pelaku sedang mengambil buah jeruk ketika aksinya diketahui warga.
HS disebut langsung mengakui perbuatannya saat kepergok. Pengakuan tersebut disampaikan kepada warga yang memergokinya.
“Jadi saat HS sedang memetik jeruk kepergok warga, ia juga langsung mengaku atas kesalahan yang diperbuat ke warga,” kata Hasyim.
Meski demikian, polisi masih mendalami perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap HS dilakukan untuk mengungkap secara utuh dugaan pencurian serta peran masing-masing orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dua Motor dan Karung Jeruk Diamankan
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan perkebunan Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, pada Selasa (15/9) dini hari.
Warga yang mengetahui keberadaan dua pria tersebut kemudian mengamankan keduanya. Situasi selanjutnya berkembang menjadi aksi kekerasan massa terhadap kedua terduga pelaku.
Polisi kemudian datang dan mengamankan mereka. Namun, kondisi VK cukup parah akibat luka yang dideritanya. VK meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Selain mengamankan kedua terduga pelaku, polisi juga menyita dua sepeda motor dan sejumlah karung berisi jeruk yang diduga berkaitan dengan dugaan aksi pencurian tersebut.
Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari penanganan perkara yang dilakukan Polsek Bangorejo.
Polisi Dalami Kasus
Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan mendalami kasus dugaan pencurian jeruk tersebut. Pemeriksaan terhadap HS menjadi salah satu bagian penting untuk mengungkap rangkaian kejadian sejak dugaan aksi pencurian hingga terjadinya aksi massa.
Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa dugaan tindak pidana seharusnya ditangani melalui proses hukum. Penanganan oleh warga dengan kekerasan dapat menimbulkan konsekuensi serius, sebagaimana terjadi dalam peristiwa di Dusun Kedungrejo tersebut.
Hingga Kamis (17/9), penyelidikan Polsek Bangorejo masih berlangsung. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin