RADARBANYUWANGI.ID – Penyanyi Tantri Syalindri, vokalis band Kotak, akhirnya mengungkap identitas perempuan berinisial Poppy Nupita yang diduga terlibat dalam kasus penipuan berkedok bisnis lelang dan pre-order barang. Melalui unggahan di media sosial, Tantri membagikan kronologi hubungan pertemanan mereka hingga transaksi bisnis yang berujung dugaan kerugian dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp10 miliar dan melibatkan sejumlah korban.
Pengakuan tersebut disampaikan Tantri melalui akun media sosialnya pada Kamis (25/6/2026). Dalam unggahan itu, ia juga memperlihatkan wajah perempuan yang disebutnya sebagai Poppy Nupita serta menceritakan awal mula keduanya saling mengenal.
Tantri menjelaskan bahwa dirinya mengenal Poppy sejak tahun 2023. Keduanya dipertemukan karena anak mereka bersekolah di tempat yang sama. Seiring waktu, hubungan mereka berkembang menjadi pertemanan yang cukup dekat.
"Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan mendukung di saat ada kesulitan," tulis Tantri.
Menurut Tantri, kedekatan tersebut membuat Poppy beberapa kali menawarkan peluang bisnis berupa lelang dan sistem pre-order berbagai barang. Meski sempat menolak karena tidak ingin mencampurkan urusan pertemanan dengan bisnis, akhirnya ia memutuskan ikut bekerja sama.
"Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan mempengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali," tulisnya.
Tantri mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut berjalan tanpa hambatan selama kurang lebih satu tahun. Seluruh transaksi berlangsung lancar sehingga kepercayaannya terhadap rekan bisnisnya semakin besar.
Namun situasi berubah setelah transaksi terakhir dilakukan pada 19 Juni 2026. Sejak saat itu, menurut Tantri, nomor telepon maupun akun media sosial Poppy tidak lagi dapat dihubungi.
"Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak dapat lagi dihubungi," ungkapnya.
Kondisi tersebut memicu kepanikan para korban. Tantri mengatakan dirinya kemudian berkomunikasi dengan sejumlah orang lain yang mengaku mengalami peristiwa serupa. Mereka bersama-sama berupaya mencari keberadaan Poppy yang hingga kini disebut belum diketahui.
Dalam proses tersebut, Tantri mengaku baru mengetahui bahwa terdapat orang lain yang sebelumnya juga mengaku pernah mengalami kerugian akibat dugaan tindakan serupa.
"Ternyata banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama," tulisnya.
Hingga kini, Tantri dan para korban lain masih berharap ada itikad baik dari Poppy untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengembalikan dana yang diduga dibawa. Meski demikian, Tantri menyatakan telah menyiapkan berbagai bukti sebagai langkah apabila perkara ini harus ditempuh melalui jalur hukum.
Sampai berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Poppy Nupita terkait tuduhan tersebut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu proses pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. (*)
Editor : Ali Sodiqin