RADARBANYUWANGI.ID – Penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi bergerak cepat menangani kasus penganiayaan yang menimpa musisi senior Banyuwangi, Nanang Arianto.
Setelah melalui serangkaian penyidikan, seorang pelaku berhasil diamankan di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (20/8).
Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna. Sayang, Komang enggan menyebutkan identitas tersangka yang telah diamankan.
"Memang benar, terduga pelaku sudah kita amankan," jawabnya singkat sembari menyebut kasusnya masih terus dikembangkan.
Seperti diketahui, arranger dan musisi senior Banyuwangi, Nanang Arianto, bersama sejumlah rekannya dikeroyok penonton saat manggung di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah pada Selasa lalu (12/8).
Aksi pengeroyokan terjadi saat Nanang tampil bersama musisi lain, termasuk Sunan Kendang alias Sandy Pratama, di rumah Sahidin.
Acara tersebut awalnya berlangsung lancar dan meriah. Pada pukul 22.00, rombongan musisi berencana mengakhiri pertunjukan.
Permintaan penonton untuk menambah lagu sempat dipenuhi. Namun, hingga pukul 23.30, pertunjukan harus dihentikan karena waktu sudah larut malam.
Saat para musisi mulai membereskan peralatan, seorang penonton berbaju loreng melontarkan komentar bernada kecewa.
"Jangan menggunakan musik ini, karena mengecewakan," ucap pria tersebut.
Nanang yang mendengar langsung menanggapi, “Mas jangan begitu, karena kita sudah menghibur.”
Ucapan itu memicu amarah pria berbaju loreng tersebut, yang kemudian memukul pelipis dan mata kanan Nanang.
Kuasa hukum para musisi Banyuwangi, Uyun Sadewa mengapresiasi gerak cepat dari tim Satreskrim Polresta Banyuwangi yang telah mengamankan pelaku.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polresta Banyuwangi untuk mengungkap secara terang perkara tersebut.
"Kami berharap seluruh pelaku diamankan, karena kemungki. Ke depan kejadian seperti jangan terjaid lagi. Sangat ironis, seorang musisi yang memberikan hiburan kepada masyarakat justru mengalami kejadian yang mengancam keselamatannya," tegasnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin