RADARBANYUWANGI.ID - Isu mengenai kondisi kesehatan Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perhatian masyarakat.
Sepanjang akhir pekan, media sosial dipenuhi spekulasi mulai dari keberadaan hingga kabar yang lebih suram tentang kesehatannya.
Beberapa akun di platform X bahkan mempertanyakan kepemimpinan negara lantaran Trump tidak terlihat di depan umum sejak rapat kabinet terakhirnya.
Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa sang presiden dalam kondisi baik-baik saja.
Rumor liar tentang kesehatan Trump akhirnya terjawab saat ia muncul bersama keluarga di Washington, D.C., pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Trump terlihat mengenakan polo putih, celana hitam, dan topi merah bertuliskan Make America Great Again sebelum menuju lapangan golf Trump National di Sterling, Virginia.
Kehadirannya di depan publik seolah menjadi jawaban atas tren "Trump Is Dead" yang sempat mendominasi percakapan di X sehari sebelumnya.
Kekhawatiran masyarakat makin membesar setelah Wakil Presiden J.D. Vance dalam sebuah wawancara menyebut dirinya siap jika "tragedi mengerikan" terjadi pada presiden.
Meski kemudian menegaskan keyakinannya bahwa Trump sehat, pernyataan tersebut cukup memicu keresahan.
Isu tentang memar di tangan Trump juga menambah bahan spekulasi.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa memar itu muncul akibat aktivitas rutin berjabat tangan setiap hari.
Dokter Gedung Putih, Sean Barbarella, menambahkan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh iritasi jaringan lunak ringan serta penggunaan aspirin dalam terapi pencegahan kardiovaskular.
Trump juga sempat didiagnosis insufisiensi vena kronis, kondisi umum yang biasanya dialami orang berusia di atas 70 tahun.
Meski demikian, dokter menegaskan Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.
Editor : Lugas Rumpakaadi