RADAR BANYUWANGI – Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui kemungkinan pasukan AS secara tidak sengaja mengenai warga sipil dalam serangan militernya di Iran. Pernyataan itu muncul setelah otoritas Iran melaporkan sebuah pesta pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, menjadi sasaran serangan AS yang menewaskan lima orang dan melukai sekitar 70 lainnya.
Vance menyampaikan pengakuan tersebut pada Kamis (3/9). Dia menegaskan bahwa warga sipil bukan sasaran militer AS, tetapi mengakui kesalahan dalam operasi militer tetap mungkin terjadi.
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi," kata Vance.
Menurut dia, militer AS akan mempelajari setiap kesalahan yang terjadi dalam operasi untuk memperbaiki pelaksanaan misi berikutnya.
Pemerintahan AS, lanjut Vance, juga sedang menyelidiki insiden yang dilaporkan terjadi dalam pesta pernikahan tersebut.
Lima Tewas, Puluhan Terluka
Pihak berwenang Iran menyatakan upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, pada Selasa malam (1/9) terkena serangan AS.
Data terbaru dari pihak Iran menyebut lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Laporan itu muncul ketika Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan karena lokasi yang dilaporkan terkena serangan merupakan acara sipil, bukan fasilitas militer.
Namun, detail mengenai bagaimana serangan itu mengenai lokasi pesta pernikahan dan apakah terdapat kesalahan penargetan masih dalam penyelidikan pihak AS.
AS Sebut Targetnya Fasilitas IRGC
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan operasi militer pada Selasa malam menyasar sejumlah fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Target yang disebut antara lain sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, serta fasilitas komunikasi.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena AS sejak awal menyatakan operasi militernya diarahkan kepada sasaran strategis dan militer Iran.
Sementara itu, laporan mengenai korban sipil menambah tekanan terhadap Washington untuk menjelaskan bagaimana serangan yang disebut menyasar fasilitas militer tersebut dapat berdampak pada sebuah acara pernikahan.
Iran Balas Serang Infrastruktur AS
Konflik kemudian bergerak ke arah sebaliknya. Iran membalas serangan Amerika Serikat dengan menyasar sejumlah infrastruktur militer AS di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Pertukaran serangan tersebut memperlihatkan bahwa eskalasi konflik AS-Iran tidak hanya berdampak pada fasilitas militer, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap warga sipil yang berada di sekitar wilayah operasi.
Pengakuan Vance bahwa kesalahan militer mungkin terjadi kini menjadi salah satu sorotan dalam perkembangan konflik tersebut. Di sisi lain, penyelidikan AS akan menentukan apakah serangan di Sirik memang merupakan salah sasaran dan bagaimana insiden itu bisa terjadi. (*)
Editor : Ali Sodiqin