RADAR BANYUWANGI — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah mencoba membunuh salah satu putranya. Namun, hingga kini Netanyahu tidak mengungkap kapan, di mana, dan putra mana yang disebut menjadi target, sehingga klaim tersebut belum disertai rincian publik mengenai dugaan percobaan pembunuhan itu.
Netanyahu menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara melalui telepon dengan Channel 14, media Israel yang dikenal dekat dengan pemerintahan konservatif, pada Senin (24/8/2026).
“Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuhnya,” kata Netanyahu, seperti dilaporkan The Jerusalem Post.
Pernyataan itu muncul ketika isu keamanan politik sedang mengemuka di Israel. Netanyahu saat itu juga membahas perlindungan terhadap Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel yang kini menjadi salah satu pesaing politiknya menjelang pemilu Oktober.
Klaim Netanyahu Muncul di Tengah Isu Pengamanan Eisenkot
Netanyahu menyampaikan pernyataan mengenai putranya ketika menanggapi laporan tentang keraguan salah satu badan keamanan Israel memberikan pengawalan kepada Eisenkot.
Eisenkot merupakan salah satu kandidat yang bersaing memperebutkan posisi perdana menteri dalam pemilu mendatang. Netanyahu mengatakan perlindungan terhadap kandidat perdana menteri bukanlah kemewahan.
Ia bahkan meminta kepala Shin Bet memberikan pengamanan yang sesuai kepada seluruh kandidat yang mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
Menurut Netanyahu, ancaman dari Iran membuat perlindungan tersebut semakin penting.
“Tanpa itu, mereka akan berhasil,” ujar Netanyahu, merujuk pada kemungkinan ancaman terhadap kandidat politik Israel.
Namun, Netanyahu tidak menjelaskan apakah dugaan target Iran terhadap keluarganya berkaitan langsung dengan situasi keamanan yang sedang dibahas atau kapan upaya tersebut disebut terjadi.
Siapa Putra Netanyahu yang Disebut Menjadi Target?
Netanyahu memiliki dua putra, Yair dan Avner.
Meski menyebut “salah satu putra saya”, Netanyahu tidak mengatakan apakah Yair atau Avner yang menjadi target dugaan upaya pembunuhan tersebut. The Jerusalem Post juga mencatat bahwa Netanyahu tidak menjelaskan putra mana yang dimaksud.
Pada Juli 2026, otoritas Israel memang menyetujui perpanjangan perlindungan pribadi bagi istri Netanyahu, Sara, serta kedua putranya, Yair dan Avner.
Yair Netanyahu, putra sulung Netanyahu yang kini berusia 35 tahun, diketahui telah lama berada di Miami, Amerika Serikat. Keberadaannya di luar Israel sebelumnya menjadi kontroversi, terutama terkait biaya pengamanan yang ditanggung negara.
Namun, tidak ada keterangan resmi dalam laporan terbaru yang memastikan Yair merupakan putra yang dimaksud Netanyahu.
Muncul Setelah Perang Israel-AS Melawan Iran
Klaim Netanyahu juga muncul setelah eskalasi besar antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Dalam konflik tersebut, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya.
Kematian Khamenei kemudian diikuti perubahan kepemimpinan di Iran. Putranya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru sekitar sepekan setelah kematian Ali Khamenei.
Mojtaba belum banyak tampil di hadapan publik sejak pengangkatannya. Namun, dalam pesan yang bertepatan dengan rangkaian pemakaman ayahnya, ia berjanji akan membalas kematian pemimpin tertinggi sebelumnya.
Situasi tersebut membuat hubungan Israel-Iran tetap berada dalam kondisi sangat tegang.
Pemilu Israel Membuat Isu Keamanan Kembali Menonjol
Waktu penyampaian klaim Netanyahu juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik domestik Israel.
Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada Oktober. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan koalisi Netanyahu menghadapi persaingan ketat, sementara Eisenkot menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam perebutan posisi perdana menteri.
Dalam kondisi seperti itu, isu keamanan nasional dan ancaman Iran menjadi tema politik yang sangat sensitif.
Namun, penting dicatat bahwa klaim Netanyahu mengenai dugaan upaya pembunuhan terhadap putranya belum disertai rincian publik mengenai waktu, lokasi, metode, maupun bukti operasional dalam laporan yang tersedia.
Karena itu, pernyataan tersebut perlu ditempatkan sebagai klaim Netanyahu, bukan sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Iran Juga Disebut Mengancam Keluarga Tokoh AS
Di tengah situasi yang sama, laporan lain menyebut media yang berafiliasi dengan Iran menayangkan ancaman terhadap Barron Trump, putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahkan menawarkan hadiah USD10 juta untuk kematiannya. The Jerusalem Post menyatakan belum dapat menemukan video asli tersebut di platform Channel 3.
Perkembangan itu memperlihatkan bagaimana konflik Israel-Iran dan konfrontasi Amerika Serikat dengan Teheran telah melebar menjadi persoalan keamanan yang menyentuh keluarga tokoh politik.
Bagi Netanyahu, persoalan tersebut kini bertemu dengan dua arena sekaligus: keamanan nasional dan pertarungan politik menjelang pemilu.
Yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa putra Netanyahu yang disebut menjadi target, kapan dugaan operasi itu berlangsung, serta bukti apa yang mendasari klaim tersebut. Sampai rincian itu dibuka, pernyataan Netanyahu tetap menjadi klaim yang belum dapat diverifikasi secara independen. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Al Jazeera, The Jerusalem Post