Trump Remehkan 9 Bulan Penugasan Awak USS Abraham Lincoln, “Belum Cukup”

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi kapal induk USS Abraham Lincoln. (Navy Times)
Ilustrasi kapal induk USS Abraham Lincoln. (Navy Times)

RADAR BANYUWANGI – Masa penugasan hampir sembilan bulan di laut yang dijalani para pelaut Amerika Serikat (AS) di kapal induk USS Abraham Lincoln justru dianggap belum terlalu lama oleh Presiden Donald Trump. Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kondisi kehidupan dan beban kerja awak kapal yang dikerahkan dalam operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Trump menyampaikan pandangannya saat berbicara singkat dengan wartawan sebelum bertolak ke New York pada Jumat (14/8/2026). Ia ditanya mengenai lamanya penugasan USS Abraham Lincoln yang telah berada di laut selama berbulan-bulan.

Alih-alih menganggap durasi tersebut berlebihan, Trump memberikan jawaban sebaliknya.

“Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari laporan media internasional.

Trump Akui USS Abraham Lincoln Akan Digantikan

Meski menilai masa penugasan kapal tersebut belum terlalu lama, Trump membenarkan bahwa USS Abraham Lincoln memang akan segera digantikan kapal induk lain.

Menurut Trump, kapal pengganti tersebut saat ini sedang bergerak atau akan segera diberangkatkan menuju kawasan operasi.

"Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," ujar Trump.

Pergantian tersebut berlangsung ketika ketegangan AS dan Iran masih menjadi perhatian utama, terutama terkait situasi di Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

USS Abraham Lincoln sebelumnya berangkat dari California pada November 2025. Kapal tersebut semula dijadwalkan menjalankan misi di kawasan Laut China Selatan, tetapi kemudian dialihkan menuju Timur Tengah menjelang pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada 28 Februari.

Masa Tugas Panjang Jadi Sorotan

Durasi penugasan USS Abraham Lincoln menjadi perhatian karena kapal induk tersebut telah berada di laut selama hampir sembilan bulan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai beban fisik dan psikologis yang harus ditanggung para awak.

Sejumlah media AS, termasuk media yang fokus pada isu militer, sebelumnya mengutip keterangan kerabat awak kapal mengenai kondisi kehidupan di atas USS Abraham Lincoln.

Laporan tersebut menyebut kondisi kehidupan para pelaut memburuk selama penugasan panjang. Bahkan, muncul laporan mengenai sejumlah upaya bunuh diri yang kemudian mendorong desakan agar situasi di kapal tersebut diselidiki.

Sejumlah politikus dari Partai Demokrat turut meminta adanya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi awak kapal.

Sorotan tersebut membuat isu kesehatan mental dan kesejahteraan personel militer kembali menjadi perhatian di tengah pengerahan kekuatan militer AS dalam jangka panjang.

Trump: Keluarga Awak Tidak Perlu Khawatir

Dalam kesempatan lain yang dikutip AFP pada Sabtu (15/8), Trump juga menanggapi kekhawatiran keluarga para pelaut USS Abraham Lincoln.

Ketika ditanya apakah keluarga awak kapal merasa cemas dengan kondisi orang-orang terdekat mereka yang telah berbulan-bulan berada di laut, Trump menjawab bahwa mereka tidak khawatir.

Trump juga kembali menolak anggapan bahwa penugasan USS Abraham Lincoln sudah berlangsung terlalu lama.

Pernyataan tersebut kontras dengan laporan mengenai kondisi sebagian awak kapal serta tuntutan sejumlah politikus agar pemerintah melakukan penyelidikan.

Di tengah situasi itu, rencana pergantian USS Abraham Lincoln menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan operasi kapal induk AS di kawasan Timur Tengah.

Namun, pernyataan Trump mengenai durasi penugasan menunjukkan bahwa lamanya masa tugas awak kapal masih menjadi isu yang berpotensi memicu perdebatan, terutama ketika tuntutan operasi militer harus berhadapan dengan persoalan kesehatan dan kesejahteraan personel.


Disclaimer

Informasi mengenai kondisi awak USS Abraham Lincoln bersumber dari laporan media dan pernyataan pihak terkait. Klaim mengenai kesehatan mental maupun dugaan upaya bunuh diri merupakan laporan yang masih menjadi sorotan dan tidak secara otomatis menggambarkan kondisi seluruh personel di kapal tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
kapal induk AS awak kapal timur tengah donald trump USS Abraham Lincoln