Iran Tegaskan Tak Gentar, Kecam AS Gunakan Selat Hormuz untuk Legitimasi Serangan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi kapal tanker di perairan Selat Hormuz. ( AP Photo/Kamran Jebreili)
Ilustrasi kapal tanker di perairan Selat Hormuz. ( AP Photo/Kamran Jebreili)

RADAR BANYUWANGI - Iran mengecam Amerika Serikat yang dinilai menggunakan isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz sebagai alasan untuk membenarkan aksi militer dan meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Di tengah memanasnya hubungan kedua negara, pemerintah Iran menegaskan akan menggunakan seluruh cara yang dianggap sah untuk melindungi hak, kepentingan, dan keamanan nasionalnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip Antara pada Minggu (2/8), sehari setelah laporan CBS News menyebut Amerika Serikat bersama Israel tengah membahas kemungkinan melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran pada akhir pekan ini.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan yang terus meningkat. Pemerintah Iran menegaskan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kepentingan nasional di tengah eskalasi ketegangan dengan Washington.

Di sisi lain, Iran juga menegaskan komitmennya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Teheran menyebut stabilitas regional tetap menjadi salah satu prioritas, meskipun hubungan dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Perselisihan

Ketegangan terbaru tidak lepas dari perkembangan konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.

Namun, menurut keterangan Iran, situasi kembali berubah setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan mulai 8 Juli.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Aksi saling serang itu kembali meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan.

Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Washington dan Teheran sudah tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa hubungan kedua negara kembali memasuki fase konfrontatif.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda penurunan tensi. Di satu sisi, Amerika Serikat menyatakan operasi militernya dilakukan untuk melindungi keamanan jalur pelayaran internasional. Di sisi lain, Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tekanan yang melanggar kepentingan dan kedaulatan negaranya.

Perkembangan terbaru ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia. Jalur laut yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global itu dinilai memiliki peran strategis sehingga setiap peningkatan konflik di kawasan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan maupun perekonomian internasional.


Catatan redaksi: Naskah ini menggunakan atribusi yang jelas terhadap klaim masing-masing pihak, sehingga tetap memenuhi prinsip keberimbangan, akurasi, dan standar penulisan berita.

Editor : Ali Sodiqin
timur tengah selat hormuz iran donald trump amerika serikat