Screwworm Kembali Muncul di Amerika Serikat Setelah Enam Dekade, Parasit Pemakan Daging Hidup Ancam Ternak

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:08 WIB
USDA mengonfirmasi kemunculan kembali New World Screwworm di Texas dan New Mexico setelah lebih dari enam dekade. (Phys)
USDA mengonfirmasi kemunculan kembali New World Screwworm di Texas dan New Mexico setelah lebih dari enam dekade. (Phys)

RADARBANYUWANGI.ID - Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengonfirmasi temuan kasus New World Screwworm pada hewan ternak di Texas dan New Mexico. Temuan ini menjadi perhatian karena merupakan kemunculan pertama parasit tersebut di wilayah itu sejak eradikasi pada era 1960-an.

New World Screwworm dikenal sebagai salah satu parasit paling berbahaya bagi hewan berdarah panas. Berbeda dengan belatung pada umumnya yang mengonsumsi jaringan mati, larva lalat ini justru berkembang di dalam luka terbuka dan memakan jaringan yang masih hidup. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi serius, memperparah luka, hingga menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.

Kekhawatiran terhadap kemunculan kembali parasit tersebut turut disampaikan kreator konten sains Adam Ragusea melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 19 Juni 2026.

"Cacing yang memangsa daging hidup datang mengincar hewan ternakmu, hewan peliharaanmu, dan mungkin bahkan dirimu. Kita berhasil mengusir total screwworm dari Amerika Serikat 60 tahun lalu dengan mengembangbiakkan lalat mandul. Metode itu berhasil, tapi sekarang di musim panas ini, screwworm kembali lagi."

Pernyataan itu menyoroti keberhasilan Amerika Serikat pada masa lalu dalam memberantas screwworm melalui pendekatan biologis yang dikenal sebagai Sterile Insect Technique (SIT) atau teknik pelepasan serangga mandul.

Metode tersebut memanfaatkan karakteristik lalat betina screwworm yang hanya kawin satu kali sepanjang hidupnya. Para peneliti mengembangbiakkan lalat jantan, kemudian membuatnya mandul melalui proses radiasi sebelum dilepas dalam jumlah besar ke alam. Ketika lalat betina kawin dengan jantan mandul, telur yang dihasilkan tidak dapat menetas sehingga populasi screwworm terus menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga akhirnya dapat ditekan.

Efektivitas teknik tersebut pernah dijelaskan oleh pencetusnya, Dr. Edward F. Knipling, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Riset USDA. Dalam publikasinya di Journal of Economic Entomology edisi Agustus 1955, Knipling menyebut pelepasan serangga mandul sebagai konsep baru dalam pengendalian hama.

Menurutnya, ketika jumlah jantan mandul yang dilepas melebihi populasi liar, peluang betina untuk kawin dengan jantan mandul akan semakin besar di setiap generasi. Kondisi itu secara bertahap menghambat reproduksi hingga akhirnya dapat menyebabkan kepunahan populasi hama di suatu wilayah.

Meski sempat berhasil memberantas screwworm dari Amerika Serikat selama puluhan tahun, ancaman kini kembali muncul. Sejumlah faktor diduga berkontribusi terhadap penyebaran ulang parasit tersebut, di antaranya meningkatnya suhu akibat perubahan iklim yang memperluas habitat lalat, serta migrasi dan penyelundupan ternak dari wilayah Amerika Tengah.

Secara medis, infeksi screwworm masih dapat diobati menggunakan obat antiparasit apabila terdeteksi sejak dini. Namun, kemunculan kembali parasit ini diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pengawasan kesehatan ternak, pemeriksaan rutin, dan biaya perawatan di tingkat peternak.

Editor : Lugas Rumpakaadi
New World Screwworm USDA Parasit ternak