RADARBANYUWANGI.ID - Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kewaspadaan internasional setelah seorang wanita asal Prancis dan dua warga Amerika Serikat dinyatakan positif atau menunjukkan gejala infeksi pada Senin (11/5/2026). Sejumlah negara kini memperketat pemantauan terhadap para penumpang yang dipulangkan dari kapal tersebut.
Proses evakuasi dilakukan sejak Minggu (10/5/2026) setelah MV Hondius berlabuh di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Penumpang dari lebih dari 20 negara dipulangkan menggunakan pesawat militer maupun penerbangan pemerintah.
Petugas dengan perlengkapan pelindung lengkap dan masker pernapasan mengawal para penumpang dari kapal menuju daratan guna meminimalkan risiko paparan virus.
Baca Juga: Update Harga Emas 12 Mei 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Melemah
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist menyatakan, seorang wanita Prancis yang dipulangkan ke Paris mengalami kondisi kesehatan yang memburuk setelah menunjukkan gejala selama penerbangan.
“Wanita Prancis tersebut dinyatakan positif terinfeksi hantavirus dan kesehatannya memburuk di rumah sakit semalam,” ujar Stephanie Rist seperti dikutip The Associated Press.
Wanita tersebut termasuk dalam rombongan lima warga Prancis yang dievakuasi dari MV Hondius pada Minggu.
Baca Juga: NASA Rombak Science Discovery Engine, Pencarian Data Sains Kini Lebih Cepat dan Hemat Biaya
Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan juga mengonfirmasi satu dari 17 penumpang yang diterbangkan ke Nebraska dinyatakan positif hantavirus meski tidak menunjukkan gejala. Sementara itu, satu penumpang lain mengalami gejala ringan.
Seluruh penumpang asal Amerika akan menjalani pemeriksaan dan pemantauan di Pusat Medis Universitas Nebraska yang memiliki fasilitas karantina khusus penyakit menular berisiko tinggi.
“Satu penumpang akan diangkut ke Unit Biokontainmen Nebraska setibanya di sana, sementara penumpang lainnya akan pergi ke Unit Karantina Nasional untuk penilaian dan pemantauan,” kata juru bicara Nebraska Medicine, Kayla Thomas.
Fasilitas tersebut sebelumnya digunakan untuk menangani pasien COVID-19 pada awal pandemi dan pasien Ebola.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara asal penumpang melakukan pemantauan aktif, termasuk pemeriksaan kesehatan harian baik di rumah maupun fasilitas khusus karantina.
Ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove menjelaskan bahwa gejala hantavirus umumnya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi tersebut.
Baca Juga: RSUD Blambangan Pemeriksaan Mata Lebih Cepat dan Akurat dengan US-4000 Echoscan
“Ini bukan COVID dan risiko bagi masyarakat rendah. Jadi mereka tidak perlu takut, dan mereka tidak perlu panik,” tegas Tedros.
Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan kotoran hewan pengerat dan tidak mudah menular antar manusia. Namun, varian virus Andes yang terdeteksi dalam wabah di MV Hondius diduga dapat menular antarmanusia dalam kasus tertentu yang jarang terjadi.
Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia sejak wabah muncul di kapal pesiar tersebut. Selain itu, lima penumpang yang lebih dulu meninggalkan kapal juga telah terinfeksi.
Baca Juga: Motor Ditabrak Granmax di Srono, Lansia Asal Parijatah Wetan Meninggal di RSUD Genteng
WHO bersama otoritas kesehatan Spanyol dan operator kapal Oceanwide Expeditions terus memantau perkembangan wabah sambil memastikan proses pemulangan penumpang berlangsung aman.
Editor : Lugas Rumpakaadi