Houthi Yaman Serang Israel dengan Rudal Balistik, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 29 Maret 2026 | 07:40 WIB
Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan situs militer sensitif di wilayah Israel selatan. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan situs militer sensitif di wilayah Israel selatan. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas.

Setelah keterlibatan Iran dan Lebanon, kini giliran Yaman yang turut menyerang Israel melalui kelompok Houthi.

Kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan situs militer sensitif di wilayah Israel selatan.

Serangan ini disebut sebagai yang pertama sejak eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Serangan Pertama Houthi ke Israel

Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan tersebut melalui video yang diunggah di platform X.

“Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer pertama mereka menggunakan rentetan rudal balistik terhadap sasaran militer sensitif musuh Israel di Palestina selatan yang diduduki,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency.

Ia menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons atas eskalasi militer yang terjadi di kawasan, termasuk serangan terhadap infrastruktur negara-negara sekutu.

Respons atas Konflik Regional

Menurut Yahya Saree, aksi militer tersebut juga dilatarbelakangi oleh konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan, termasuk Iran, Lebanon, Irak, dan Palestina.

“Ini sebagai tanggapan atas perbuatan jahat dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa operasi militer Houthi tidak akan berhenti hingga tujuan mereka tercapai.

Israel Konfirmasi Peluncuran Rudal

Sementara itu, media penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa militer Israel telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Yaman menuju Israel selatan.

Ini menjadi kali pertama rudal dari Yaman teridentifikasi sejak pecahnya konflik besar antara AS, Israel, dan Iran.

Ancaman Intervensi dan Laut Merah

Eskalasi ini terjadi setelah Houthi sebelumnya mengeluarkan peringatan akan kemungkinan intervensi militer langsung.

Kelompok tersebut menyatakan akan menyerang jika ada aliansi baru yang bergabung dengan AS dan Israel melawan Iran, atau jika kawasan Laut Merah digunakan untuk operasi militer terhadap Teheran.

Sebelumnya, Houthi juga diketahui telah melancarkan serangan rudal dan drone ke jalur pelayaran di Laut Merah sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Konflik Meluas dan Korban Berjatuhan

Konflik yang terus meluas ini telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Di Gaza, lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas sejak Oktober 2023 akibat serangan Israel.

Di sisi lain, serangan udara yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk tokoh penting seperti Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai target, termasuk Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Dampak Global Mulai Terasa

Eskalasi konflik ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga mulai memengaruhi stabilitas global.

Gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dan penerbangan menjadi salah satu dampak yang dirasakan.

Ketegangan yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar.

Situasi ini kini menjadi perhatian dunia internasional, dengan berbagai pihak mendesak upaya deeskalasi untuk mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang lebih luas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Anadolu Agency, Aljazeera, Dari berbagai sumber, BBC
Houthi Yaman serangan ke Israel perang AS Iran rudal balistik Yaman Laut Merah konflik Timur Tengah 2026 gaza iran vs israel