RADARBANYUWANGI.ID – Saat membicarakan sejarah kolonialisme di Asia Tenggara, hampir semua negara pernah merasakan pahitnya dijajah bangsa Eropa.
Indonesia dikuasai Belanda selama lebih dari 300 tahun, Vietnam berada di bawah kolonialisme Prancis, sementara Filipina dijajah Spanyol hingga Amerika. Namun ada satu pengecualian mencolok: Thailand.
Negeri Gajah Putih ini berhasil menjaga kemerdekaannya sejak masa kolonial hingga kini. Lalu, apa yang membuat Thailand berbeda?
1. Diplomasi yang Cerdas dengan Inggris dan Prancis
Raja Mongkut (Rama IV) dan Raja Chulalongkorn (Rama V) memainkan peran besar dalam menjaga kedaulatan Thailand.
Mereka pandai berdiplomasi dengan kekuatan kolonial, terutama Inggris dan Prancis, yang kala itu menguasai negara-negara tetangga.
Alih-alih berperang, para raja Thailand menandatangani perjanjian yang menguntungkan kedua pihak, sekaligus menjaga kemandirian kerajaan.
2. Posisi Geografis sebagai Penyangga
Secara strategis, Thailand berada di antara Burma (Myanmar) yang dikuasai Inggris dan Indochina (Vietnam, Laos, Kamboja) yang dikuasai Prancis.
Karena itu, Inggris dan Prancis sepakat menjadikan Thailand sebagai negara penyangga (buffer state), sehingga mereka tidak perlu bertempur langsung di wilayah tersebut.
3. Reformasi Internal yang Modern
Raja Chulalongkorn melakukan modernisasi besar-besaran, mulai dari sistem pendidikan, birokrasi, hukum, hingga militer.
Reformasi ini membuat Thailand terlihat sebagai negara yang kuat dan terorganisir, sehingga tidak dianggap lemah oleh bangsa kolonial.
4. Kemampuan Menyesuaikan Diri
Thailand bersedia menyerahkan sebagian wilayahnya kepada kolonial, seperti Laos dan Kamboja kepada Prancis, serta beberapa daerah di selatan kepada Inggris.
Namun, dengan pengorbanan itu, Thailand bisa menjaga kemerdekaan inti wilayahnya.
5. Identitas Nasional yang Kuat
Kebudayaan Thailand yang kuat serta kesetiaan rakyat kepada rajanya turut membantu mempertahankan kedaulatan.
Bangsa asing melihat Thailand sebagai negara dengan persatuan nasional yang sulit ditundukkan.
Hingga kini, Thailand tetap bangga dengan statusnya sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah bangsa Barat.
Sejarah ini menjadi bukti bahwa diplomasi, kecerdasan politik, dan reformasi internal bisa menjadi senjata ampuh dalam mempertahankan kedaulatan.
Penulis: Devi Fathihatul Asliha | magang jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin