Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapa Zohran Mamdani? Sosok Politisi Muslim Calon Walikota New York Bikin Amerika Serikat Gempar

Niklaas Andries • Senin, 30 Juni 2025 | 15:45 WIB

CALON KUAT: Zohran Mamdani dengan latar belakang muslim siap maju sebagai calon Walikota New York
CALON KUAT: Zohran Mamdani dengan latar belakang muslim siap maju sebagai calon Walikota New York
RADARBANYUWANGI.ID – Terpilihnya Zohran Mamdani sebagai calon wali kota New York dari Partai Demokrat mengejutkan panggung politik Amerika Serikat.

Anggota parlemen berusia 33 tahun itu menjadi kandidat muslim pertama yang maju memimpin kota terbesar di AS, mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dalam konvensi partai dengan perolehan suara 43 persen berbanding 36 persen.

Kemenangan Mamdani atas Cuomo, mundur pada 2021 akibat skandal pelecehan seksual, dipandang sebagai tonggak bagi gerakan progresif dan menandai pergeseran arus politik di New York.

“Malam ini, kita menciptakan sejarah,” kata Mamdani dalam pidato kemenangannya. “Saya adalah calon Demokrat Anda untuk wali kota New York.”

Baca Juga: Awas! Jalur Gumitir Longsor Sedalam 10 Meter, Arus Lalin Buka Tutup, Berpotensi Macet Panjang

Meskipun sistem pemungutan suara berperingkat masih memungkinkan perubahan hasil, keunggulan Mamdani mencerminkan kekuatan momentum yang mengindikasikan potensi kemenangan besar.

Dari Uganda ke New York

Lahir di Kampala, Uganda, Mamdani pindah ke New York saat berusia tujuh tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science dan meraih gelar dalam Kajian Afrika dari Bowdoin College.

Di kampus, ia mendirikan cabang Students for Justice in Palestine, mencerminkan sikap politiknya yang inklusif dan progresif.

Mamdani memanfaatkan keragaman identitasnya dalam kampanye. Ia merilis video berbahasa Urdu yang diselingi cuplikan film Bollywood, berbicara dalam bahasa Spanyol, dan secara terbuka menampilkan identitas muslimnya.

Baca Juga: Neptu Sama 14 Tapi Bukan Tulang Wangi, 4 Presiden RI Ternyata Punya Weton Lakuning Rembulan! Pantesan Ibu Pertiwi Damai

Istrinya, Rama Duwaji, seniman asal Suriah, tinggal bersama Mamdani di Brooklyn. Keduanya bertemu lewat aplikasi kencan Hinge.

Mamdani adalah putra dari sutradara ternama Mira Nair dan profesor Columbia University Mahmood Mamdani. Di luar politik, ia pernah terjun ke dunia film, musik rap, dan penulisan.

Kandidat Rakyat

Sebelum terjun ke politik, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan di Queens, membantu warga berpenghasilan rendah melawan penggusuran.

Dalam situs parlemen, ia menyebut dirinya sebagai organisator dan menekankan bahwa kemampuannya menyatukan massa menjadi kekuatan nyata.

Dia engusung program-program populis untuk masyarakat New York seperti:

1. Bus gratis di seluruh kota

2. Pembekuan sewa dan pengetatan aturan bagi tuan tanah

3. Toko kelontong milik kota untuk menurunkan harga bahan pokok

4. Layanan penitipan anak dari usia 6 minggu hingga 5 tahun

5. Peningkatan tiga kali lipat pembangunan perumahan stabil berbasis serikat pekerja

Baca Juga: Manchester City vs Al Hilal, Prediksi dan Susunan Pemain: Bentrok Juara Eropa vs Tembok Asia

Untuk menyoroti isu-isu tersebut, Mamdani menyampaikan pesan kampanye melalui aksi-aksi simbolis: menyelam ke Samudra Atlantik untuk menyoroti isu pembekuan sewa.

Dia juga berbuka puasa dengan burrito di kereta bawah tanah untuk menggambarkan krisis pangan dan berjalan kaki keliling Manhattan sembari menyapa warga.

Namun tak semua menyambut program Mamdani dengan tangan terbuka. Banyak kritikus menilai gagasan-gagasannya terlalu ambisius dan tidak realistis dalam konteks anggaran kota New York yang mencapai US$115 miliar atau setara Rp 1,8 triliun dengan lebih dari 300.000 pekerja.

Baca Juga: Ngeri! Batik Air Mendarat Miring di Soetta, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

Eks rival Andrew Cuomo yang didukung oleh donatur besar dan tokoh sentris seperti Bill Clinton bahkan menyebut Mamdani sebagai sosok tanpa pengalaman dan terlalu radikal.

“Pengalaman dan kompetensi adalah hal mendasar,” tegasnya. “Memimpin New York bukan tempat untuk belajar sambil bekerja.”

Sikap Tegas Soal Palestina dan Israel

Mamdani secara terbuka mendukung Palestina dan kerap mengkritik kebijakan Israel. Ia bahkan mengusulkan rancangan undang-undang untuk mencabut status bebas pajak bagi lembaga amal yang mendukung permukiman Israel ilegal.

Ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus ditangkap.

Di sisi lain, ia menolak negara mana pun yang menerapkan sistem kewarganegaraan berbasis agama. “Saya percaya kesetaraan harus menjadi prinsip di setiap negara,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk antisemitisme di New York dan berjanji meningkatkan dana untuk memerangi kejahatan kebencian.

Namun, sikap ini menuai kritik, terutama dari Cuomo yang menyebut dirinya “pendukung Israel yang sangat antusias.”

Baca Juga: Garuda Pertiwi Set for Asian Cup Qualifiers Opener Against Kyrgyzstan

Tantangan Demokrat

Persaingan Mamdani–Cuomo merefleksikan tantangan yang dihadapi Partai Demokrat secara nasional menjelang pemilu mendatang: antara arus progresif dan pendekatan moderat.

Baca Juga: Apakah Presiden Prabowo Golongan Weton Tulang Wangi? Lahir Awal Bulan Suro 1883 dalam Kalender Jawa

Isu Palestina, biaya hidup, serta inklusi sosial akan menjadi batu uji arah masa depan partai tersebut.

Sementara penyelidikan atas ancaman Islamofobia terhadap Mamdani dan keluarganya masih berlangsung, sang kandidat tetap melangkah dengan pesan perubahan.

“New York terancam kehilangan apa yang membuatnya istimewa,” ujarnya. “Tugas kita adalah memastikan kota ini tetap menjadi milik semua, bukan segelintir.” (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#partai demokrat #Israel #Muslim #palestina #Zohran Mamdani #walikota new york #amerika serikat #uganda