RADARBANYUWANGI.ID – Setelah lebih dari satu bulan meninggal di Kamboja, jenazah Rizal Sampurna, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kalipuro, segera dipulangkan ke Banyuwangi. Jenazah rencananya akan dikembalikan pada tanggal 9 atau 10 Mei 2025.
Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga Rizal Sampurna, Bagus Abu Bakar.
Dia mengatakan, sebenarnya pemulangan jenazah sudah disiapkan pada Minggu (4/5) kemarin. Rencana tersebut gagal karena masih menunggu biaya pemulangan jenazah.
”Kami terus berkoordinasi dengan Disnakertrans dan P4MI Banyuwangi. Seharusnya, pemulangan jenazah tanggal 4 Mei kemarin. Berhubung anggarannya belum siap, kemungkinan tanggal 9 atau 10 Mei, menyesuaikan jadwal pesawat terbang dari Kamboja ke Indonesia,” kata Bagus.
Menurut Bagus, saat ini jenazah Rizal masih berada di layanan rumah duka Yim Undertaker.
Untuk bisa dipulangkan ke tanah air, harus ada pembayaran biaya pemulangan sekitar USD 7.800 atau Rp 128 juta.
Pihaknya kini masih menunggu realisasi pembayaran dari Pemkab Banyuwangi. Anggaran tersebut akan langsung dibayarkan ke Kedubes Kamboja di Pnom Pehn.
”Semua tergantung biaya. Infonya masih menunggu pengajuan. Kalau sudah ada pembayaran kemungkinan bisa langsung dipulangkan. Nanti akan kami update tiketnya,” tegas Bagus.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi Abdul Latif membenarkan jika Pemkab Banyuwangi akan menanggung seluruhnya biaya pemulangan jenazah Rizal dari Kamboja ke Indonesia dengan nominal sesuai yang dibutuhkan.
”Semoga bisa segera (terbayarkan) sebelum tanggal itu,” tegas Latif.
Rizal Sampurna, 30, dikabarkan meninggal tempat kerjanya di Kamboja pada Minggu (6/4). Keluarganya di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, sempat menunggu kepastian kondisi Rizal.
Selain tidak ada keterangan resmi dan bukti dokumen kematian, Rizal diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipekerjakan sebagai admin judi online.
Rizal diketahui sudah keluar dari rumah sejak Oktober 2024 lalu. Ibu kandung Rizal, Sulastri, baru dikabari oleh Rizal setelah berada di Kamboja pada Januari 2025.
Terakhir, informasi tentang kematiannya datang secara mendadak pada 6 April dan masih menyisakan banyak pertanyaan. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin