Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

China Bikin Kereta Cepat Tenaga Hidrogen, Ini Keunggulannya

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 3 Oktober 2024 | 16:33 WIB
Eksterior kereta cepat hidrogen buatan China, CRRC Cinova H2.
Eksterior kereta cepat hidrogen buatan China, CRRC Cinova H2.

RadarBanyuwangi.id - China telah membuat kemajuan signifikan dalam teknologi transportasi ramah lingkungan dengan memperkenalkan CINOVA H2, kereta cepat bertenaga hidrogen pertamanya, di ajang InnoTrans 2024 yang diadakan di Berlin, Jerman. 

Kereta ini dikembangkan oleh CRRC Qingdao Sifang Co Ltd, sebuah anak perusahaan dari China Railway Rolling Stock Corp (CRRC), dan menjadi simbol penting dalam upaya global menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan minim dampak lingkungan.

Liang Jianying, kepala insinyur di CRRC Sifang, menyatakan kebanggaannya dalam memperkenalkan CINOVA H2 ke dunia. 

Menurutnya, kereta ini mencerminkan dedikasi mereka terhadap pengembangan solusi transportasi yang inovatif dan ramah lingkungan, serta keyakinan bahwa hidrogen akan memainkan peran utama dalam masa depan perjalanan kereta api.

CINOVA H2 memanfaatkan teknologi sel bahan bakar hidrogen untuk menghasilkan listrik. 

Melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, kereta ini hanya menghasilkan air sebagai hasil sampingan, tanpa emisi karbon sama sekali. 

Dengan demikian, kereta ini memberikan kontribusi besar dalam mengurangi jejak karbon dan memperbaiki kualitas udara.

Kereta ini mampu mencapai kecepatan hingga 200 kilometer per jam dengan jangkauan maksimal 600 km hanya dalam satu kali pengisian bahan bakar. 

Liang Caiguo, salah satu desainer senior di CRRC, menjelaskan bahwa kereta ini dilengkapi dengan sel bahan bakar berkekuatan tinggi yang dapat menghasilkan listrik hingga 960 kilowatt. 

Selain itu, kereta ini dirancang dengan pendekatan yang sangat ramah lingkungan, di mana air yang dihasilkan dari reaksi kimia diolah ulang untuk digunakan oleh penumpang, dan limbah panas dari sel bahan bakar dimanfaatkan untuk memanaskan sistem pendingin udara saat musim dingin.

Inovasi ini menawarkan alternatif unggul untuk kereta bertenaga diesel, khususnya pada rute-rute yang belum terjangkau oleh listrik. 

Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, CINOVA H2 berperan penting dalam mengurangi polusi udara dan memerangi perubahan iklim. 

Wang Xueliang, wakil direktur pusat teknologi CRRC, menambahkan bahwa kereta ini secara signifikan mengurangi emisi karbon dioksida dan polutan lainnya, memberikan dampak positif yang besar terhadap lingkungan.

Satu trainset dengan empat kereta ini mampu melaju dengan kecepatan jelajah 160 kilometer per jam dan dapat menempuh jarak hingga 1.200 km dengan waktu pengisian bahan bakar yang hanya memakan waktu 15 menit. 

Desainnya yang ringan dan kapasitasnya yang besar, memungkinkan untuk mengangkut lebih dari 1.000 penumpang, membuatnya ideal untuk perjalanan antarkota.

CINOVA H2 juga dilengkapi dengan sistem pintar, termasuk teknologi mengemudi otonom dan sistem informasi penumpang yang modern. 

Di dalamnya, penumpang dapat menikmati suasana yang luas dan nyaman, sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. 

Sistem SmartCare CRRC yang diterapkan pada kereta ini juga memungkinkan pemantauan dan pemeliharaan otomatis, membuat operasi kereta lebih aman dan efisien.

Secara keseluruhan, peluncuran CINOVA H2 ini menegaskan posisi China sebagai pemimpin dalam inovasi transportasi hijau dan merupakan langkah nyata menuju masa depan kereta api yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#china #CINOVA H2 #InnoTrans 2024