Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sosok Pangeran Hisahito, Pewaris Kedua Takhta Kekaisaran Jepang yang Membawa Harapan Baru, Kini Usianya 18 Tahun

Lugas Rumpakaadi • Senin, 9 September 2024 | 16:45 WIB
Pangeran Hisahito, penerus tahta Kekaisaran Jepang.
Pangeran Hisahito, penerus tahta Kekaisaran Jepang.

RadarBanyuwangi.id - Pangeran Hisahito, lahir pada 6 September 2006, adalah putra satu-satunya dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko.

Pada Jumat lalu, Pangeran Hisahito menginjak usia 18 tahun, menjadikannya keluarga kerajaan pria yang mencapai usia dewasa dalam empat dekade terakhir.

Dengan statusnya sebagai keponakan Kaisar Naruhito, Hisahito kini menempati posisi penting sebagai pewaris takhta kedua Kekaisaran Jepang, setelah ayahnya, Putra Mahkota Akishino.

Kelahirannya membawa angin segar bagi keluarga kekaisaran, yang telah menghadapi kekhawatiran selama beberapa dekade terkait kurangnya keturunan pria di keluarga kekaisaran. Nama "Hisahito" memiliki makna mendalam, yang berarti "tenang dan berbudi luhur."

Nama ini dipilih langsung oleh sang ayah dengan cara tradisional, yakni meletakkan kertas bertuliskan nama tersebut dalam sebuah kotak kayu khas Jepang.

Pangeran Hisahito juga memiliki lambang pribadi berupa pohon koyamaki, simbol yang dikenal dengan kekuatan dan daya tahannya. Hisahito dilahirkan melalui operasi sesar, dengan berat 2,6 kg dan panjang 48,8 cm.

Kehadirannya menjadi sorotan karena selama 40 tahun terakhir, keluarga kekaisaran belum memiliki keturunan pria baru, memicu wacana perubahan undang-undang yang mungkin memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin kekaisaran. Namun, dengan lahirnya Hisahito, kekhawatiran tersebut perlahan teratasi.

Sejak kecil, Pangeran Hisahito tumbuh di bawah perhatian publik. Pada usia tiga tahun, ia sudah menunjukkan kemandiriannya dengan senang bermain bola dan sepatu roda serta mulai belajar makan dan berpakaian sendiri.

Panggilan sayangnya di rumah, "Yuyu," "Yu-chan," atau "Hisahito-kun," mencerminkan kedekatan dan kasih sayang dari keluarganya.

Momen penting dalam perjalanan pendidikannya terjadi pada 14 Maret 2013 ketika ia lulus dari taman kanak-kanak di Universitas Ochanomizu, Tokyo.

Ia melanjutkan pendidikannya di SD Universitas Ochanomizu, menjadikannya anggota keluarga kekaisaran pertama yang menempuh pendidikan di luar Sekolah Dasar Gakushuin, yang selama ini menjadi institusi tradisional bagi keluarga kekaisaran Jepang. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jepang #kekaisaran #Pangeran Hisahito