Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Begini Isi Rumah Sakit Darmo Surabaya, Bekas Benteng Pasukan Brigjen Mallaby

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 27 Desember 2023 | 17:20 WIB
Salah satu sudut Rumah Sakit Darmo Surabaya yang dibangun dari bekas benteng Pasukan Brijen Mallaby.
Salah satu sudut Rumah Sakit Darmo Surabaya yang dibangun dari bekas benteng Pasukan Brijen Mallaby.

RadarBanyuwangi.id – Rumah Sakit Darmo berada di jantung kota Surabaya. Kompleks ini resmi menjadi cagar budaya sejak tahun 2008 silam.

Meski begitu, tidak banyak yang tahu, seperti apa isi bangunan yang pernah menjadi markas pasukan Brigjen Mallaby pada peristiwa heroik perlawanan arek Suroboyo tahun 1945 silam itu. Ya, bangunan ini pernah berganti-ganti fungsi sejak awal mula berdiri.

Layanan kesehatan ini awalnya didirikan oleh perkumpulan Surabayasche Zieken Verpleging (SZV) yang resmi berdiri 9 Juni 1897 silam. Perkumpulan ini pertama kali dipimpin oleh HJ. Offerhaus.

Setahun setelah perkumpulan dibentuk, tepatnya tahun 1898, Zr. Bonnekamp membangun sebuah klinik dengan 78 kamar di daerah Ngemplak.

Pada perkembangan selanjutnya, perkumpulan tersebut membeli tanah di Jalan Raya Darmo 90 Surabaya, lalu membangun RS Darmo sejak 15 Januari1921.

Pada pendudukan Jepang, tempat ini sempat menjadi kamp interniran wanita dan anak-anak.

Jepang juga menggunakan kompleks bangunan ini sebagai bengkel kendaraan dan peralatan perang.

Kemudian, saat pasukan sekutu masuk Surabaya, tempat ini langsung diambil alih dan menjadi benteng pasukan Brigjen Mallaby.

Setelah sekian lama, akhirnya pada tahun 2008 silam, Pemkot Surabaya memberikan plakat bangunan cagar budaya pada RS Darmo. Sehingga bangunan ini termasuk warisan yang harus dilindungi.

Dari bagian luar, kondisi lobby utama tetap utuh dan terjaga. Begitu masuk dari ruang lobby, selanjutnya memasuki kawasan bangunan ruang perawatan.

Pada bagian tenag terdapat taman dengan lapangan yang menghijau. Rumputnya tampak selalu dirawat dengan baik.

Ada trek untuk pejalan kaki tepat di tengah lapangan. Pada sisi kanan dan kiri, bangunan ruang perawatan masih utuh terjaga dengan baik.

Juga masih berfungsi dengan baik.
Pada bagian ujung setelah lapangan, ada beberapa fasiltas layanan kesehatan.

Selanjutnya, pada ujung sisi kanan belakang terdapat kompleks Darmo Children Center. Ada juga ruang farmasi.

Sedangkan di ujung sisi kiri belakang merupakan fasilitas layanan kesehatan Endoskopic Center.

Yang membedakan, suasana RS Darmo tidak sepadat rumah sakit lainnya. Suasana secara umum relatif tenang. Tidak crowded.

Memang setiap RS memiliki kebijakan yang berbeda. Contohnya seperti layanan di endoscopic center RS Darmo.

Meski pasien yang antre hampir menembus angka 200-an orang, tetapi mereka tetap melakukan pembatasan jumlah layanan setiap hari. 

’'Kami hanya menerima lima orang pasien setiap hari,’’ tutur petugas di Endoscopic Center. (bay)

Editor : Ali Sodiqin
#surabaya #cagar budaya #rumah sakit #mallaby #RS Darmo #benteng