RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah ormas telah menerapkan aturan tegas kepada anggotanya. Sanksi tegas menanti jika ada anggota yang terlibat dalam aksi premanisme.
Salah satunya GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) yang akan menerapkan sanksi tegas berupa pemecatan hingga sanksi hukum kepada anggotanya yang terlibat aksi premanisme.
FKPPI juga mengecam keras dengan maraknya aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Agoes Soerjanto usai acara Rakercab GM FKPPI Banyuwangi di Grand Harvest Banyuwangi, Sabtu (3/5).
Agoes menyebut sanksi tegas diberikan jika memang ada anggotanya yang terlibat aksi premanisme.
”Kami tidak akan ragu memberikan sanksi jika terbukti terlibat aksi premanisme,” tegasnya.
Agoes mengatakan, kedisiplinan maupun kaderisasi tentu terus ditingkatkan karena generasi muda GM FKPPI ada di mana-mana. Anggota FKPPI harus menunjukkan karakternya dalam berorganisasi.
”Terkait keterlibatan politik, kami tidak membatasinya. Sebelum masuk FKPPI, latar belakang politik anggota berbeda-beda,” katanya.
Dikatakan Agoes, keberadaan GM FKPPI tentu cukup bermanfaat. GM FKPPI Jawa Timur sendiri ikut sebagai relawan membantu dalam program MBG (Makanan Bergizi Gratis).
”Keterlibatan kami dalam program MBG hanya sebatas berkoordinasi untuk mencari tempat-tempat yang layak dan sesuai syarat,” ungkapnya.
Agoes menambahkan, aksi premanisme yang mengatasnamakan ormas cukup merugikan karena bisa berdampak terhadap investor luar negeri. Makanya, perlu adanya ketegasan dari aparat penegak hukum untuk bertindak.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dalam menindak tegas aksi premanisme yang mengatasnamakan ormas. GM FKPPI juga akan bertindak tegas jika ada anggota yang terlibat,” tandasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin