RadarBanyuwangi.id – Kasus penganiyaan yang dialami RDA, 13, pelajar SMP di Banyuwangi berakhir damai, Kamis (9/11).
Korban dan pelaku menjalani mediasi di ruang Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kedua belah pihak sepakat berdamai.
RDA yang mengalami patah tulang di tangan telah mencabut laporannya di Polresta Banyuwangi.
Pelaku berinisial BG yang merupakan teman sekolah korban juga sudah meminta maaf.
Mediasi juga melibatkan pihak sekolah, pekerja sosial profesional (peksos) dan balai pemasyarakatan (bapas), perwakilan dari Dinas Pendidikan, hingga salah satu kakak kelas yang diduga menjadi penyebab perkelahian.
Mediasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan. Di antaranya, pencabutan laporan, saling memaafkan, dan perpindahan sekolah untuk korban.
"Memang benar, semua pihak sepakat berdamai dan kasusnya dihentikan. Kesepakatan ini dihadiri korban dengan tersangka dan pihak sekolah," ujar Kanit Renakta Polresta Banyuwangi, Ipda Devy Puspita Novitasari.
Devy menyebut, setelah beberapa kali dilakukan mediasi, baru sekarang bersepakat untuk damai.
"Semua sudah sepakat, termasuk keluarga dari korban. Karena sudah saling sepakat, kita selesaikan perkara ini dengan restorative justice (RJ)," tegasnya.
Kuasa hukum RDA, Nur Abidin menegaskan kesepakatan tersebut sudah diterima oleh keluarga kliennya atas sejumlah pertimbangan masa depan anaknya maupun terduga pelaku.
"Keluarga klien kami sudah cukup baik telah mempertimbangkan masa depan semuanya, sehingga keluarga menyepakati hasil mediasi yang telah dilakukan," jelasnya.
Aksi penganiayaan terjadi di salah satu SMP negeri di Banyuwangi pada 16 Oktober lalu. Korban berinisial RDA dihajar temannya hingga mengalami patah tulang di pergelangan tangan.
Korban yang masih duduk di bangku kelas VII tersebut harus menjalani operasi di RSUD Blambangan.
Aksi penganiayaan tersebut berawal dari masalah sepele. Korban memandang pelaku tanpa disertai sebab yang jelas.
Pelaku yang tidak terima langsung memukuli korban secara brutal. Sebelum menganiaya, pelaku berinisial BG tersebut juga mengolok-olok korban.
Kondisi kesehatan RDA, 13, yang menjadi korban penganiayaan teman sekolahnya belum sepenuhnya pulih. Korban masih terbaring lemah di RSUD Blambangan.
Untuk penyembuhan, siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Banyuwangi Senin (16/10) lalu menjalani operasi.
Anak kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Halim Santoso dan Holifah Yuliani tersebut belum sadarkan diri usai dioperasi.
RDA harus dioperasi untuk menyambung tulang tangan bagian kiri yang retak akibat dianiaya oleh BG, teman sekolahnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin