RADARBANYUWANGI.ID - Setelah lebih dari satu dekade hadir di berbagai platform, Warframe akhirnya resmi tersedia untuk perangkat Android secara global, termasuk di Indonesia. Perilisan ini sempat mengalami penundaan dari jadwal awal 18 Februari. Namun, pada 19 Februari 2026, gim besutan Digital Extremes tersebut resmi meluncur di Google Play Store dan dapat diunduh oleh pengguna Android di seluruh dunia.
Apa Itu Warframe?
Warframe adalah gim aksi tembak-menembak dengan sudut pandang orang ketiga (third person shooter/ TPS) yang mengusung tempo permainan cepat. Pemain akan mengendalikan karakter futuristik bernama “Warframe” untuk menghadapi berbagai musuh di beragam planet.
Sebagai gim online, Warframe membutuhkan koneksi internet untuk dapat dimainkan, baik secara solo maupun bersama pemain lain dalam mode kooperatif. Elemen eksplorasi antargalaksi, sistem kustomisasi karakter, serta misi dinamis menjadi daya tarik utama yang membuatnya tetap populer selama lebih dari 10 tahun.
Ukuran Download Warframe di Android
Sebelum mengunduh, pemain perlu memperhatikan kapasitas penyimpanan perangkat. Berikut detail ukuran file Warframe di Android:
- Download awal: Sekitar 3,7 GB
- Total ukuran penuh setelah instalasi: Sekitar 14 GB
- Rekomendasi ruang kosong: 15–20 GB agar proses instalasi berjalan lancar
Dengan ukuran yang cukup besar, disarankan menggunakan koneksi WiFi stabil untuk menghindari gangguan saat proses unduhan.
Spesifikasi Minimum Warframe Android
Agar dapat dimainkan dengan optimal, berikut spesifikasi minimum Warframe di Android:
- Sistem Operasi: Android 12.0 atau lebih baru
- Prosesor: ARM64 (arsitektur 64-bit)
- RAM: Minimal 4 GB
Perangkat dengan spesifikasi di atas standar minimum tentu akan memberikan performa yang lebih stabil dan pengalaman bermain yang lebih nyaman.
Fitur Cross-Platform Save
Salah satu fitur unggulan Warframe versi Android adalah Cross-Platform Save. Fitur ini memungkinkan pemain untuk menyambungkan progres akun dari PC maupun konsol melalui situs resmi Warframe.
Dengan demikian, pemain tidak perlu memulai dari awal saat berpindah ke perangkat mobile. Progres, item, dan perkembangan karakter dapat dilanjutkan secara fleksibel di berbagai platform.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi