RADARBANYUWANGI.ID - Nama R. Husin Albana makin ngetop. Pencipta lagu asal Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, itu sudah cukup lama menggeluti lagu Jawa bergenre campursari dan dangdut.
Karya-karyanya banyak dinyanyikan artis-artis papan atas seperti Via Valen, Nela Kharisma, dan Happy Asmara. Sebut saja lagu ”Teman Mesra” yang kini banyak di-cover oleh artis-artis pendatang baru.
Husin baru saja meraih juara 1 Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) yang diinisiasi Raja Dangdut Bang Haji Rhoma Irama. Dia satu-satunya peserta dari Jawa Timur yang masuk 20 besar sebelum akhirnya ditetapkan juara 1, 2, dan 3.
Husin cukup dikenal di kalangan penyanyi campursari seperti Niken Salindri dan Happy Asmara. Lahir di Kediri, Husin menghabiskan waktunya di kota Genteng, Banyuwangi. Jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA, dijalani di Bumi Blambangan.
Husin lahir kembar dengan saudaranya bernama, Hasan. Orang tuanya di Genteng masih aktif membuka warung Jamilah yang cukup legendaris tersebut.
”Sejak SMP saya sudah suka musik. Di bangku SMA saya punya grup band dan pernah menjadi juara lomba festival musik,’’ ujar pria kelahiran 17 Mei 1972 itu.
Hobi bermain musik terus dikembangkan ketika duduk di bangku kuliah di Malang. Di kampusnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Husin bersama teman-temannya ikut bergabung dengan Ikatan Aktivis Band (Ikabama) UMM, yang bergerak di bidang organisasi, musik, dan event organizer.
”Tahun 2000 saya bergabung dengan grup band Green Master Malang. Alhamdulillah ketika ikut festival musik rock yang diadakan Log Zhelebour berhasil menjadi juara. Lomba tersebut diikuti grup band se-Indonesia,’’ ungkapnya.
Jejak Husin menapaki musik tak terhenti di situ. Tahun 2012, dia banyak mencipta lagu-lagu bergenre campursari dan dangdut.
Lagu berjudul ”Mendem Kangen” yang dinyanyikan artis lokal Banyuwangi Suliyana sempat hits kala itu.
Berikutnya lagu ”Konco Mesra” yang dinyanyikan Nella Kharisma dan lagu ”Prei Kanan Kiri” dengan penyanyi Via Vallen langsung booming kala itu.
”Kalau dihitung sampai sekarang, saya sudah menciptakan 100 lebih judul lagu,’’ kata pencinta minuman es jus itu.
Lagu-lagu ciptaan Husin tak sekadar dipopulerkan penyanyi terkenal. Tahun 2018, lagu ”Konco Rindu” yang cukup populer di kalangan anak muda, masuk nominasi lomba lagu se-Indonesia.
Pada tahun 7 Desember 2017, lagu “”Sembilu Cinta” yang didendangkan pendatang baru Tasya Rosmala (yang kini jadi artis OM. Adella) mendapat penghargaan dalam Anugerah Dangdut Indonesia yang diadakan MNCTV.
”Berkat lagu ”Dada Sayang” pada tahun 2010 saya diganjar penghargaan Ambyar Award yang digelar MNCTV.
Lagu ciptaan saya berjudul ”Main Mata” cukup populer di Malaysia karena dinyanyikana artis terkenal Negeri Jiran, Baby Shima,’’ kata Husin.
Kiprah Husin tak terhenti di situ. Dua event besar pameran lukisan di Banyuwangi yang digelar Langgar Art juga melibatkan tangan dingin pria yang piawai bermain gitar tersebut.
Pada pameran lukisan tahun 2021, Husin menciptakan jingle lagu yang dibawakan artis lokal Catur Arum berjudul ”Kembang Langit”.
Tahun berikutnya, Husin dipercaya Imam Maskun selaku Presiden ArtOs membuat jingle berjudul ”ArtOs Nusantara” yang diyanyikan penyanyi cilik kala itu Farel Prayoga dari Banyuwangi.
”Sebagai putra daerah Banyuwangi, saya senang bisa mengharumkan nama Banyuwangi ke kancah nasional. Banyuwangi itu gudangnya seni, mari kita terus jaga kearifan lokal berupa seni kha Banyuwangi,’’ ajak Husin yang kini dipercaya Walikota Mojokerto Ika Puspitasari membantu menangani event seni dan budaya di kota Mojokerto tersebut.
Seperti diketahui, R. Husin Albana Jumat malam (23/5) bikin kejutan. Pencipta lagu dari Banyuwangi itu mengguncang dunia dangdut, Husin yang kelahiran Genteng itu berhasil meraih juara 1 Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) untuk kategori percintaan dengan judul lagu “Mutiara Retak”.
Husin juga dinobatkan sebagai juara 3 untuk kategori politik dan kebangsaan berjudul ”Satu Kenyang Sejuta Kelaparan”.
LCLD yang diinisiasi oleh Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut dilaksanakan oleh Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI).
Kompetisi tahunan ini membuka kategori tema yang beragam, mulai dari percintaan, politik dan kebangsaan, sosial budaya, hingga religi. Husin pun mengirim empat judul lagu untuk semua tema. Yang menarik, kategori percintaan pendaftarnya mencapai 300 peserta.
Setelah dinilai oleh para pakar dangdut seperti Rita Sugiarto, Mansur S, Caca Andika, dan Adibal, akhirnya mengerucut 20 peserta. Hebatnya, dua karya Husin lolos, yaitu lagu berjudul ”Mutiara Retak” dan ”Satu Kenyang Sejuta Kelaparan”.
Setelah melalui penilaian yang cukup ketat, dua lagu tersebut lolos tiga besar. Untuk menentukan juara 1, 2, dan tiga, jurinya langsung Bang Haji Rhoma Irama. (aif)
Editor : Ali Sodiqin