RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang kepulangan jemaah haji asal Banyuwangi mulai memasuki fase puncak. Setelah lebih dari sebulan menunaikan ibadah di Tanah Suci, sebanyak 1.308 jemaah kini dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya secara bertahap mulai 19 hingga 23 Juni.
Kepulangan ribuan jemaah ini menjadi momen yang paling dinanti keluarga di kampung halaman. Dari total lima kelompok terbang (kloter), seluruh proses kedatangan telah disusun secara terjadwal untuk memastikan kelancaran arus kedatangan di bandara.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi, gelombang awal kedatangan dimulai dari Kloter 71 yang telah tiba pada 19 Juni pukul 20.25 WIB dengan jumlah delapan jemaah.
Setelah itu, puncak kedatangan terjadi pada 23 Juni dengan empat kloter yang tiba secara berurutan dalam satu hari.
Berikut rincian jadwal kedatangan jemaah haji Banyuwangi di Debarkasi Surabaya:
Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Banyuwangi Debarkasi Surabaya
| No | Kloter | Tanggal Kedatangan | Waktu | Jumlah Jemaah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kloter 71 | 19 Juni | 20.25 WIB | 8 orang |
| 2 | Kloter 82 | 23 Juni | 01.45 WIB | 376 orang |
| 3 | Kloter 83 | 23 Juni | 05.25 WIB | 376 orang |
| 4 | Kloter 84 | 23 Juni | 11.00 WIB | 376 orang |
| 5 | Kloter 85 | 23 Juni | 13.00 WIB | 178 orang |
Sumber: Kemenhaj Banyuwangi
Kloter 82 hingga Kloter 85 menjadi gelombang terbesar kepulangan jemaah haji Banyuwangi tahun ini. Seluruh kloter tersebut dijadwalkan tiba di Surabaya pada hari yang sama, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju daerah asal masing-masing.
Kepadatan kedatangan dalam satu hari membuat petugas Debarkasi Surabaya menyiapkan skema khusus untuk mempercepat proses layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan koper, hingga penjemputan oleh keluarga.
Setelah tiba di Debarkasi Surabaya, para jemaah akan menjalani proses penerimaan sebelum dipulangkan ke kabupaten masing-masing di wilayah Tapal Kuda, termasuk Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso.
Bagi keluarga di kampung halaman, jadwal ini menjadi penanda hitung mundur yang penuh haru. Setelah menanti berbulan-bulan, momen pertemuan kembali dengan sanak saudara yang baru saja menunaikan rukun Islam kelima itu tinggal menghitung hari.
Kepulangan jemaah haji Banyuwangi bukan hanya soal perjalanan fisik dari Tanah Suci, tetapi juga penutup dari perjalanan spiritual panjang yang sarat doa, ujian, dan harapan menjadi haji yang mabrur. (*)
Editor : Ali Sodiqin