Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sebanyak 1.308 Jemaah Haji Banyuwangi Segera Pulang, Lima Wafat di Tanah Suci

M Ksatria Raya • Senin, 22 Juni 2026 | 06:30 WIB
LANSIA: Jemaah haji lanjut usia berangkat ke Masjid Nabawi dengan bantuan kursi roda, Rabu (17/6). (Rijal for Radar Banyuwangi)
LANSIA: Jemaah haji lanjut usia berangkat ke Masjid Nabawi dengan bantuan kursi roda, Rabu (17/6). (Rijal for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kerinduan ribuan keluarga di Banyuwangi segera terobati. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, sebanyak 1.308 jemaah haji asal Banyuwangi dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Proses pemulangan tersebut menandai tahap akhir perjalanan spiritual para tamu Allah yang selama lebih dari sebulan menjalani ibadah di Makkah dan Madinah. Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai skema untuk memastikan kepulangan para jemaah berlangsung aman dan lancar.

Berdasarkan jadwal kedatangan di Debarkasi Surabaya, pemulangan jemaah diawali oleh Kloter 71 yang telah tiba pada Jumat (19/6) pukul 20.25 dengan delapan jemaah.

Selanjutnya, gelombang besar pemulangan akan berlangsung pada Rabu (23/6). Kloter 82 dijadwalkan tiba pukul 01.45 dengan 376 jemaah, disusul Kloter 83 pukul 05.25 sebanyak 376 jemaah.

Kemudian Kloter 84 akan mendarat pukul 11.00 dengan 376 jemaah, sedangkan Kloter 85 yang menjadi kloter terakhir dijadwalkan tiba pukul 13.00 dengan 178 jemaah.

Secara keseluruhan, jumlah manifest kedatangan tercatat sebanyak 1.312 jemaah. Namun, lima jemaah dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci sehingga jumlah jemaah yang akan kembali ke Banyuwangi menjadi 1.308 orang.

Menjelang kepulangan ke Indonesia, aktivitas di hotel-hotel tempat jemaah menginap di Madinah mulai disibukkan dengan proses penimbangan koper bagasi.

Ketua Kloter 85, Taufik Siradj, mengatakan penimbangan koper dilaksanakan di lobi Hotel Gulnar Thaibah pada Sabtu (20/6) mulai pukul 16.00 waktu setempat.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur wajib dari maskapai penerbangan untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah sesuai dengan ketentuan bagasi yang berlaku.

Taufik mengingatkan seluruh jemaah agar mempersiapkan koper dengan baik. Koper besar harus sudah terkunci dan diberi identitas yang jelas untuk memudahkan proses distribusi.

"Penurunan koper dilakukan sekitar dua jam sebelum jadwal penimbangan guna menghindari risiko tertukar maupun hilang," ujarnya.

Proses penurunan koper dari kamar menuju lobi hotel dilakukan secara gotong royong dengan bantuan petugas hotel, perangkat kloter, serta para jemaah.

Tak hanya koper besar, sejumlah alat bantu seperti kursi roda dan tongkat juga ikut ditimbang.

Khusus kursi roda yang masuk bagasi, jemaah diwajibkan membungkusnya dengan plastik pelindung atau wrapping yang biayanya ditanggung secara mandiri.

Setelah proses penimbangan selesai, koper langsung dibawa ke gudang untuk menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray sebelum dikirim ke bandara dengan kontainer khusus.

Begitu memasuki tahapan tersebut, koper tidak lagi dapat diambil hingga tiba di Indonesia.

Karena itu, jemaah diingatkan untuk menyimpan barang-barang penting di tas yang dibawa sendiri, seperti paspor, uang, obat-obatan pribadi, telepon seluler, pengisi daya, dan berbagai dokumen penting lainnya.

Sementara itu, Ketua Kloter 82, Rijal Fahmi, mengatakan rombongannya dijadwalkan meninggalkan Madinah menuju Indonesia pada Senin (22/6) pagi waktu setempat.

Jika tidak ada perubahan jadwal penerbangan, pesawat akan tiba di Debarkasi Surabaya pada Selasa (23/6) dini hari sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Banyuwangi.

"Kloter 82 akan terbang pada Senin (22/6) pagi. Estimasi tiba di Juanda pada dini hari, kemudian diperkirakan sampai di Banyuwangi pada siang hari," tuturnya.

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi, Rif'an Junaidi, mengatakan bahwa jumlah jemaah lanjut usia pada musim haji tahun ini cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi, terdapat 503 jemaah berusia di atas 65 tahun.

Selain jemaah risiko tinggi, kelompok prioritas juga mencakup lansia dan penyandang disabilitas yang selama menjalankan ibadah mendapatkan pendampingan serta pelayanan khusus.

Untuk mendukung kelancaran proses pemulangan, pemerintah telah menyiapkan 32 unit bus, lima ambulans, serta empat truk pengangkut koper.

Seluruh jemaah nantinya akan dipulangkan ke Banyuwangi melalui dua jalur perjalanan, yakni Jalur 1 melalui Jember dan Jalur 2 melalui Situbondo.

Kini, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah dan membawa segudang pengalaman spiritual dari Tanah Suci, para jemaah tinggal menghitung hari untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Tangis haru dan pelukan rindu pun dipastikan akan mewarnai kepulangan mereka di bumi Blambangan. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kloter Banyuwangi #Pemulangan haji #Debarkasi Surabaya #haji banyuwangi #jemaah haji