Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Momen Haru di Madinah, Jemaah Haji Banyuwangi Tetap Ibadah Meski Harus Pakai Kursi Roda

M Ksatria Raya • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:30 WIB
LANSIA: Jemaah haji lanjut usia berangkat ke Masjid Nabawi dengan bantuan kursi roda, Rabu (17/6). (Rijal for Radar Banyuwangi)
LANSIA: Jemaah haji lanjut usia berangkat ke Masjid Nabawi dengan bantuan kursi roda, Rabu (17/6). (Rijal for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki masa tinggal di Madinah, jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. Di tengah suasana yang lebih longgar setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji selesai, para jemaah memilih mengisi hari-harinya dengan salat berjamaah, berzikir, hingga berziarah ke Raudhah yang menjadi salah satu lokasi paling istimewa di kompleks Masjid Nabawi.

Aktivitas tersebut berlangsung pada Selasa (17/6). Sebagian besar jemaah terlihat menghabiskan waktu di masjid yang menjadi salah satu tujuan utama umat Islam dari seluruh dunia tersebut.

Ketua Kloter 82 Banyuwangi, Rijal Fahmi, mengatakan saat ini seluruh kegiatan jemaah bersifat mandiri. Karena itu, banyak jemaah memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum kembali ke Tanah Air.

“Sekarang kegiatannya mandiri. Banyak jemaah Banyuwangi yang memanfaatkan waktu untuk salat di Masjid Nabawi,” ujarnya.

Tak hanya salat berjamaah, sebagian jemaah juga baru mendapat kesempatan beribadah di Raudhah. Sebab, pada jadwal kunjungan sebelumnya ada sejumlah jemaah yang tidak dapat mengikuti karena kondisi tertentu, seperti sakit atau berhalangan.

“Beberapa jemaah juga ada yang ke Raudhah karena baru sempat saat ini. Sebelumnya saat jadwal kunjungan ada yang sedang uzur atau berhalangan,” jelas Rijal.

Raudhah sendiri merupakan area istimewa yang berada di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau di Masjid Nabawi. Tempat yang ditandai dengan hamparan karpet hijau tersebut diyakini sebagai salah satu taman surga dan menjadi lokasi yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Suasana haru juga tampak di pelataran Masjid Nabawi. Sejumlah jemaah lanjut usia dan kategori risiko tinggi (risti) tetap bersemangat menjalankan ibadah meski harus menggunakan kursi roda.

Mereka didorong oleh anggota keluarga, sesama jemaah, hingga petugas haji yang dengan sabar membantu mobilitas para lansia.

Menurut Rijal, mayoritas pengguna kursi roda merupakan jemaah yang memiliki riwayat hipertensi maupun faktor usia lanjut. Meski kondisi fisik terbatas, semangat beribadah mereka tidak surut sedikit pun.

“Yang menggunakan kursi roda merupakan jemaah risti, kebanyakan karena hipertensi maupun usia lanjut. Ada yang didorong keluarga sendiri, ada yang memakai jasa dorong kursi roda, dan memungkinkan juga petugas haji yang membantu untuk mendorong kursi roda,” terangnya.

Pemandangan tersebut menjadi potret perjuangan spiritual jemaah Banyuwangi di Tanah Suci. Keterbatasan usia dan kondisi kesehatan tidak menghalangi mereka untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bahkan, bagi sebagian jemaah, kesempatan bisa kembali menjejakkan kaki di Raudhah maupun melaksanakan salat di Masjid Nabawi menjadi momen yang sangat berharga dan penuh haru.

Kini, sembari menanti jadwal kepulangan ke Indonesia, jemaah Kloter 82 Banyuwangi memilih menikmati setiap detik kebersamaan di Kota Madinah dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon keberkahan sebelum mengakhiri perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Kloter 82 #Raudhah Madinah #Haji 2026 #jemaah haji banyuwangi #masjid nabawi