RADARBANYUWANGI.ID – Setelah menuntaskan puncak ibadah haji dan rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah haji Kloter 85 kini bersiap memasuki fase baru perjalanan spiritual mereka. Pada Minggu pagi (15/6), rombongan dijadwalkan meninggalkan Makkah menuju Madinah. Menjelang keberangkatan, koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dapat berpindah antarkota dengan aman, tertib, dan tanpa kendala.
Perjalanan dari Makkah menuju Madinah bukan sekadar perpindahan lokasi. Bagi para jemaah, fase ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah haji karena akan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas keagamaan di Masjid Nabawi serta kunjungan ke sejumlah situs bersejarah Islam.
Menyadari kompleksitas perpindahan ribuan jemaah, Ketua Kloter 85 Taufik Siraj memperkuat komunikasi dengan ketua rombongan (karom), ketua regu (karu), serta seluruh anggota kloter. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan sesuai prosedur.
Sesuai jadwal, Kloter 85 akan bertolak dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (15/6) pukul 07.00 waktu setempat. Sebelum keberangkatan, jemaah diminta mematuhi sejumlah ketentuan yang telah disampaikan petugas.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan seragam batik haji lengkap dengan atribut identitas rombongan. Menurut Taufik, keseragaman tersebut akan memudahkan proses identifikasi jemaah selama perjalanan hingga penempatan hotel di Madinah.
"Penggunaan seragam dan penanda rombongan akan memudahkan identifikasi jemaah sekaligus membantu petugas dalam proses pendampingan selama perjalanan hingga penempatan kamar hotel di Madinah," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses perpindahan dari Makkah ke Madinah melibatkan berbagai aspek pelayanan yang harus berjalan secara terintegrasi. Mulai pengaturan bagasi, pencocokan manifes keberangkatan, distribusi kamar hotel, hingga pemantauan kondisi kesehatan jemaah.
Karena itu, kedisiplinan dan kekompakan seluruh anggota kloter menjadi faktor penting agar tidak terjadi keterlambatan maupun kendala administrasi selama perjalanan.
Selain aspek keberangkatan, petugas kloter juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan administrasi digital melalui kartu Nusuk. Sejumlah jemaah dilaporkan masih menghadapi kendala karena kartu Nusuk hilang atau belum menerima kartu pengganti dari pihak syarikah.
Padahal, kartu dan aplikasi Nusuk menjadi salah satu sarana penting untuk mengakses sejumlah layanan ibadah di Arab Saudi, termasuk pengaturan kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, seluruh jemaah diminta segera mengunduh aplikasi Nusuk melalui Play Store maupun App Store. Petugas kloter juga membuka layanan pendampingan bagi jemaah yang mengalami kesulitan saat proses instalasi maupun aktivasi aplikasi.
"Jangan ragu meminta bantuan kepada karom, karu, maupun petugas kloter. Kami ingin memastikan seluruh jemaah dapat mengakses layanan yang diperlukan dan tidak mengalami kendala selama berada di Madinah," tegas Taufik.
Dengan penguatan koordinasi yang dilakukan sejak dini, Kloter 85 berharap seluruh proses perpindahan dari Makkah menuju Madinah berlangsung lancar. Setelah menjalani fase ibadah yang padat di Tanah Suci, para jemaah kini bersiap melanjutkan perjalanan spiritual mereka di Kota Nabi dengan lebih tenang dan nyaman. (aif)
Editor : Ali Sodiqin