Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berangkat Sejak Pagi Demi Salat Jumat Dekat Kakbah, Kades Gumirih Banyuwangi Rela Menunggu 3,5 Jam di Masjidilharam

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:30 WIB
JELANG JUMATAN: Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad, dari rombongan 8 KBIHU Nurut Taqwa Songgon yang tergabung dalam kloter 85 berada di dekat Kajbah, Jumat (15/5). (Murai Ahmad for Radar Banyuwangi)
JELANG JUMATAN: Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad, dari rombongan 8 KBIHU Nurut Taqwa Songgon yang tergabung dalam kloter 85 berada di dekat Kajbah, Jumat (15/5). (Murai Ahmad for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Lautan manusia dari berbagai negara memadati Masjidilharam, Makkah, saat pelaksanaan salat Jumat kemarin (15/5/2026). Di tengah suhu panas yang menyengat dan padatnya arus jemaah, rombongan jemaah asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 85 rela berangkat sejak pagi demi bisa menunaikan salat Jumat di dekat Kakbah.

Salah satu jemaah tersebut adalah Kepala Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Murai Ahmad. Bersama delapan anggota rombongan dari KBIHU Nurut Taqwa Songgon, Murai sengaja meninggalkan hotel lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan jemaah menuju Masjidilharam.

Perjalanan spiritual itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Berangkat Pukul 08.00 WAS Demi Dekat Kakbah

Murai menuturkan, dirinya bersama rombongan berangkat dari hotel sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS). Padahal, salat Jumat sendiri baru dilaksanakan beberapa jam kemudian.

Langkah tersebut dilakukan agar rombongan bisa mendapatkan tempat salat lebih dekat dengan Kakbah di tengah membludaknya jemaah dari berbagai penjuru dunia.

“Alhamdulillah kami bisa masuk Masjidilharam dan akhirnya bisa salat Jumat dekat Kakbah,” ujar Murai.

Dari hotel menuju Masjidilharam yang berjarak sekitar 4,5 kilometer, perjalanan sempat mengalami hambatan akibat antrean panjang bus pengangkut jemaah.

Padatnya aktivitas jemaah pada hari Jumat membuat akses menuju kawasan masjid suci itu dipenuhi ribuan orang sejak pagi.

“Kami sempat tersendat karena antrean bus cukup panjang,” katanya.

Menembus Kerumunan Jemaah dari Berbagai Negara

Sesampainya di Masjidilharam sekitar 30 menit kemudian, perjuangan rombongan belum selesai. Mereka masih harus menembus kerumunan jemaah dari berbagai negara yang memadati area pelataran dan ruang utama masjid.

Namun semangat untuk bisa beribadah lebih dekat dengan Kakbah membuat rombongan tetap bertahan di tengah kepadatan luar biasa.

Murai mengaku suasana Masjidilharam menjelang salat Jumat sangat penuh. Ribuan jemaah sudah memadati area masjid sejak pagi hari.

“Kami harus berdesakan bersama jemaah dari berbagai negara supaya bisa lebih dekat,” ungkapnya.

Rela Menunggu 3,5 Jam di Tengah Terik

Setelah berhasil mendapatkan posisi di area dekat Kakbah, Murai dan rombongan masih harus menunggu sekitar 3,5 jam sebelum salat Jumat dimulai.

Meski cuaca di Kota Makkah cukup panas, mereka memilih bertahan di tempat demi mempertahankan posisi yang sudah didapatkan.

Di bawah terik matahari Arab Saudi, tak satu pun anggota rombongan beranjak dari tempatnya.

“Kami rela menunggu berjam-jam demi ibadah. Tidak ada yang beranjak karena ingin bisa salat Jumat dekat Kakbah,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi momen spiritual yang sangat membekas bagi rombongan jemaah asal Banyuwangi itu.

Masjidilharam Dipadati Jemaah Jelang Puncak Haji

Memasuki pertengahan Mei 2026, jumlah jemaah di Kota Suci Makkah terus meningkat seiring kedatangan gelombang jemaah haji dari berbagai negara.

Kawasan Masjidilharam menjadi titik paling padat, terutama pada hari Jumat dan waktu-waktu salat wajib. Banyak jemaah sengaja datang lebih awal demi mendapatkan tempat strategis di sekitar Kakbah.

Selain menjadi pusat ibadah umat Islam dunia, Kakbah juga menjadi lokasi yang paling diidamkan jemaah untuk berdoa dan melaksanakan salat.

Karena itu, tidak sedikit jemaah yang rela menunggu berjam-jam demi bisa berada lebih dekat dengan bangunan suci tersebut.

Jemaah Banyuwangi Jaga Kondisi Fisik

Di tengah suhu panas dan aktivitas ibadah yang cukup padat, jemaah haji asal Banyuwangi diimbau tetap menjaga kesehatan dan kondisi fisik.

Petugas pendamping haji juga terus mengingatkan jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, menghindari dehidrasi, serta mengatur waktu istirahat dengan baik.

Terlebih, puncak pelaksanaan ibadah haji masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan dengan aktivitas fisik yang jauh lebih berat.

Meski demikian, semangat para jemaah untuk memaksimalkan ibadah di Tanah Suci tetap tinggi, termasuk seperti yang dilakukan Murai Ahmad dan rombongannya yang rela berangkat pagi serta menunggu berjam-jam demi bisa salat Jumat dekat Kakbah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kloter 85 #kades gumirih #kakbah #jemaah haji banyuwangi #masjidilharam