Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

9 Ribu Jemaah Haji Tiba di Makkah, Suhu 43°C, Total Jemaah Indonesia Wafat Jadi 8 Orang

Ali Sodiqin • Selasa, 13 Mei 2025 | 17:20 WIB
Calon jemaah haji lansia masuk ke bus untuk menuju Bir Ali. Di sana, seluruh calon jemaah haji akan mengambil miqat atau berniat dan menuju Makkah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
Calon jemaah haji lansia masuk ke bus untuk menuju Bir Ali. Di sana, seluruh calon jemaah haji akan mengambil miqat atau berniat dan menuju Makkah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang besar jemaah haji Indonesia bergerak dari Madinah menuju Makkah dalam kondisi cuaca yang ekstrem dan logistik yang sangat padat.

Pada Senin (12/5), sebanyak 8.257 jemaah dari 21 kloter menjalani miqat di Bir Ali dan diberangkatkan menggunakan 203 bus menuju Kota Makkah.

Hingga hari ini, jumlah jemaah yang sudah tiba di Makkah tercatat mencapai 9.008 orang dari 23 kloter, sementara 14 kloter lainnya, dengan total 5.437 jemaah, masih dalam perjalanan.

Ini menjadikan hari ketiga pemindahan jemaah sebagai salah satu hari dengan mobilitas tertinggi sejauh ini.

Data Siskohat hingga pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 18.00 WIB mencatat total 206 kloter telah tiba di Madinah, yang mewakili 39,24 persen dari rencana 525 kloter.

Jumlah jemaah yang sudah diterbangkan mencapai 80.107 orang, atau 39,4 persen dari kuota nasional sebesar 203.320.

Salah satu sorotan adalah komposisi jemaah lansia yang terus bertambah. Sebanyak 17.350 jemaah berusia lanjut telah tiba, mewakili sekitar 21,66 persen dari total yang sudah berangkat. Ini berarti lebih dari satu dari lima jemaah termasuk dalam kelompok risiko tinggi.

Hari ini saja, hingga pukul 14.00, telah diberangkatkan 13 kloter dengan 4.999 jemaah, termasuk 1.065 lansia.

Namun, di tengah mobilitas tinggi ini, jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci telah mencapai 8 orang, terdiri atas 5 laki-laki dan 3 perempuan.

Cuaca Panas dan Kering, Risiko Heat Stroke Meningkat

Berdasarkan data prakiraan dari The Weather Channel, suhu di dua kota suci berada pada titik berbahaya.

Di Makkah, suhu saat ini mencapai 42°C, dengan puncak harian diprediksi mencapai 43°C.

Kelembapan sangat rendah, hanya 10 persen, dengan angin 14 km/jam, dan indeks UV 10 dari 11, yang tergolong sangat berbahaya untuk aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, di Madinah, suhu saat ini juga mencapai 41°C (maksimum harian 41°C), dengan kelembapan hanya 6 persen, angin 26 km/jam, dan UV Index 10 dari 11.

Udara yang sangat kering dengan tekanan rendah 1.010 mb mempercepat risiko dehidrasi dan kelelahan panas.

Paparan sinar matahari pada indeks UV 10 tergolong sangat ekstrem, dengan potensi menyebabkan luka bakar pada kulit dalam waktu 15 menit jika tanpa pelindung.

Kombinasi suhu tinggi, kelembapan rendah, dan pergerakan logistik jemaah membuat heat stroke menjadi ancaman serius, terutama bagi lansia dan jemaah dengan komorbid.

Petugas haji kembali menekankan pentingnya hidrasi, penggunaan pelindung kepala, dan tidak memaksakan diri untuk berjalan kaki dalam kondisi panas.

Penggunaan fasilitas yang disediakan, seperti bus Shalawat, lift hotel, dan ruang tunggu ber-AC, sangat dianjurkan untuk mengurangi kelelahan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bir ali #niat #Cuaca Panas #lansia #suhu ekstrem #miqat #mekkah #jamaah wafat #jamaah haji #indonesia