Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Daftar Barang-Barang Milik Jemaah Haji Indonesia yang Sering Tertinggal di Masjid Nabawi dan Hotel

Ali Sodiqin • Selasa, 13 Mei 2025 | 16:15 WIB
Petugas Akomodasi Sektor 5 Madinah, Zulkifli, sedang mengecek tempat tidur yang ditinggalkan jemaah Indonesia. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
Petugas Akomodasi Sektor 5 Madinah, Zulkifli, sedang mengecek tempat tidur yang ditinggalkan jemaah Indonesia. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Selama musim haji, fenomena barang tertinggal di Masjid Nabawi semakin sering terjadi.

Banyak jemaah yang tanpa sadar meninggalkan barang-barang mereka di area salat maupun tempat wudu, terutama di tengah kepadatan dan mobilitas yang tinggi.

Situasi serupa juga terlihat saat proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah.

Di Hotel Mirage Taiba, Sektor 5, Daker Madinah, pada Senin (12/5), petugas akomodasi melakukan sweeping kamar setelah satu kloter jemaah asal Jakarta diberangkatkan.

Asep Saepullah, petugas akomodasi, menyatakan, “Kami dapat dua plastik kresek besar berisi barang-barang seperti sandal, kaos, makanan, sampai air minum kemasan. Kami kumpulkan dan laporkan ke linjam.”

M. Slamet, Kasi Linjam Daker Madinah, menjelaskan bahwa area salat dan wudu Masjid Nabawi menjadi titik rawan barang hilang karena banyak jemaah berpindah tempat secara spontan.

Proses pendorongan dari hotel ke Makkah yang cepat juga membuat banyak jemaah tidak sempat mengecek ulang barang bawaannya.

“Banyak yang kita temukan di Masjid Nabawi. Di sana juga kita tempatkan linjam-linjam sektor khusus untuk membantu pencarian,” jelas Slamet.

Di hotel, barang-barang sering tertinggal karena jemaah lupa membawanya.

“Saat pendorongan, karena harus gerak cepat dan hotelnya pun kadang pisah, maka barang-barang jemaah terkadang tertukar atau nyasar juga,” tambahnya.

Fenomena barang tertinggal ini menjadi masalah rutin setiap musim haji. Berdasarkan pantauan tim perlindungan jemaah (linjam), berikut adalah daftar barang yang paling sering tertinggal, baik di hotel maupun di area Masjid Nabawi:

  1. Sandal
  2. Kaos atau pakaian dalam
  3. Air minum kemasan
  4. Tas tangan atau kresek
  5. Kursi roda
  6. Handphone dan charger
  7. Koper dan pakaian bersih
  8. Jam tangan dan perhiasan kecil
  9. Makanan atau obat-obatan pribadi

Untuk menangani laporan kehilangan, linjam menerapkan sistem koordinasi lintas sektor.

Temuan barang akan didata berdasarkan embarkasi dan disebar ke grup linjam Madinah melalui WhatsApp, agar petugas sektor terkait bisa segera menindaklanjuti dan mengambil barang.

“Kalau barangnya sedikit, bisa langsung diambil. Tapi kalau banyak, sektor harus siapkan kendaraan,” kata Slamet.

Barang yang tidak diklaim hingga akhir musim haji akan diamankan.

Jika perlu, barang tersebut bisa diwakafkan atau dibawa pulang ke Indonesia jika jemaah melaporkan kehilangan di Tanah Air.

Slamet mengimbau jemaah untuk tidak buru-buru menyimpulkan barangnya hilang permanen.

“Kemungkinan besar, barang tersebut hanya tertinggal dan sedang dalam proses pengembalian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menandai barang-barang pribadi dengan informasi jelas: nama, kloter, embarkasi, dan hotel. Ini akan sangat membantu pelacakan oleh petugas di lapangan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#madinah #jamaah haji #indonesia #Barang Tertinggal #masjid nabawi #hotel