Ruslan yang tergabung dalam rombongan empat kelompok terbang (kloter) 58 mengembuskan napas terakhir pada Jumat (14/5) pukul 05.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di kamar Hotel Bilal maktab 26, Makkah. ”Semoga dosa-dosa almarhum diampuni Allah SWT. Segala amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran oleh Allah SWT,” ujar Endang Choiri, rekan satu kloter.
Meninggalnya Ruslan cukup mengejutkan rekan-rekannya. Pasalnya, jemaah haji dengan nomor porsi 1300593705 tersebut masih ikut salat subuh berjamaah di lantai 5 Hotel Bilal.
Dia ingin segera berkemas untuk menuju Arafah. ”Saya lihat tadi Pak Ruslan masih ikut salat subuh berjemaah. Dengar kabar, kembali ke kamar meninggal,” kata Endang.
Dokter Kloter 58 dr Zuwwidatul Husna melaporkan, pihaknya sempat kaget ketika ditelepon oleh istri almarhum. Sebab, malam sebelumnya ketika tim kesehatan melakukan visitasi, kondisi Ruslan masih baik-baik saja meskipun memiliki riwayat penyakit jantung.
”Yang bersangkutan masih bisa beraktivitas mengikuti salat berjemaah yang dilakukan di lorong hotel lantai 5,” kata Zuwwidal
Terkait meninggalnya Ruslan, Ketua Kloter SUB-58 Syafaat langsung menunjuk pimpinan kelompok KBIHU Sabilillah untuk memimpin doa bersama yang dilakukan di lorong hotel.
”Meninggalnya Pak Ruslan sudah kami laporkan ke sektor 10 dan Maktab 26. Untuk proses selanjutnya, almarhum akan disalatkan di Masjidilharam,” kata Syafaat.
Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat.
”Ibadah haji yang bersangkutan akan dilakukan oleh petugas PPIH, sehingga beliau nantinya juga berstatus haji,” kata Syafaat
Pembimbing KBIHU Sabilillah Ahmad Nurul Musytaha menambahkan, kondisi kesehatan almarhum terlihat sehat. Tidak menunjukkan gejala sakit. Namun takdir berkata lain, almarhum dipanggil Allah SWT di Makkah Al Mukarramah.
”Seluruh jemaah haji berduka. Insya Allah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan,” ujar Ahmad. (aif/c1)
Editor : Niklaas Andries