Selama ini, bus Shalawat beroperasi selama 24 jam. Jemaah haji di Makkah bisa mengaksesnya secara gratis. Namun, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menghentikan sementara layanan bus pada Selasa (11/6), mulai pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Ketua Kloter SUB-59 Mustain Hakim mengatakan, penghentian sementara bus Shalawat dilakukan karena bus ini akan ditarik pengelola untuk difokuskan pada pelayanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
”Layanan bus Shalawat sudah dihentikan, dan kondisi jalanan pada siang hari lengang,” katanya
Tak hanya bus Shalawat saja yang ditarik oleh Naqabah (organda Saudi), bus yang digunakan jemaah dari berbagai negara juga ditarik untuk konsentrasi persiapan Armuzna.
Bus Shalawat akan kembali beroperasi setelah kegiatan di Armuzna selesai. ”Bus Shalawat akan kembali beroperasi pada 15 Zulhijah atau 20 Juni 2024,” terangnya.
Petugas Haji Daerah (PHD) Banyuwangi Bibin Widiatmoko menambahkan, dengan dihentikannya operasional bus Shalawat ini, seluruh jemaah haji Banyuwangi diminta untuk beristirahat serta mempersiapkan fisik dan mental demi menghadapi puncak haji di Armuzna.
”Jemaah fokus menyiapkan diri untuk wukuf di Arafah, kemudian mabit di Muzdalifah dan Mina. Jemaah diimbau menghemat tenaga dan melakukan salat di musala hotel,” katanya.
Jika ada yang ingin tetap ke Masjidilharam, jemaah bisa menggunakan taksi. Namun, ongkos taksi menjelang puncak haji akan naik dibanding hari-hari biasa. Solusi lainnya, jalan kaki menuju Masjidilharam.
Hanya saja, kondisi cuaca Makkah saat ini sangat panas. ”Kami petugas haji dan petugas kloter tidak menyarankan jemaah memaksakan diri ke Masjidilharam agar siap melaksanakan wukuf,” tandasnya. (ddy/abi/c1)
Editor : Niklaas Andries