Radarbanyuwangi.id – Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang mendapat kedudukan dan derajat tinggi dalam ajaran agama Islam. Ibadah ini merupakan wujud pelaksanaan dari rukun kelima dari lima rukun Islam.
Ibadah ini menjadi perjalan spiritual bagi umat Islam yang telah memiliki kemampuan fisik dan finansial untuk mengerjakannya. Tidak seperti ibadah lainnya, ibadah haji ini benar-benar membutuhkan kesiapan dan persiapan yang matang.
Sebab dalam pelaksanaan ibadah haji sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tahapan ibadah haji mulai awal hingga tuntas membutuhkan waktu yang lumayan lama. Hal inilah yang kemudian menuntut jemaah haji untuk mampu memenuhi kebutuhan pribadinya selama berada di tanah suci.
Dilansir halaman Kementrian Agama RI, berikut beberapa daftar perlengkapan yang dapat dibawa jemaah, yaitu:
1. Pakaian Harian
Pakaian yang dibawa disarankan disesuaikan dengan musim yang ada di Arab Saudi. Bawa pakaian yang nyaman, pantas dan tidak mencolok. Ada baiknya pakaian yang dibawa juga bisa digunakan untuk beribadah ke masjid.
Dianjurkan juga membawa perlengkapan pakaian lainnya sesuai kebutuhan masing-masing, seperti kaus kaki, pakaian dalam, jaket atau sweater, handuk, sapu tangan, masker, peci, dan mukena.
2. Pakaian Ihram
Kain ihram jemaah pria terdiri atas dua kain putih tanpa jahitan. Jemaah bisa membawa dua atau tiga pasang kain ihram sebagai ganti atau cadangan. Sedangkan pakaiann ihram bagi jemaah wanita, umumnya mengenakan baju muslimah, tidak tipis, dan harus menutup aurat.
3. Perlengkapan Mandi
Jemaah haji perlu membawa perlengkapan mandi yang biasa digunakan. Bentuknya bisa berupa sabun, sampo, sikat dan pasta gigi, termasuk juga handuknya. Yang perlu diingat adalah jangan membawa terlalu banyak.
4. Salinan Dokumen
Sebagai kelengkapan selama tanah suci, jemaah haji hendaknya mempersiapkan beberapa dokumen penting. Diantaranya paspor dan visa beserta salinannya, cadangan foto untuk identitas, daftar administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH), Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH), dokumen bukti istitha’ah, bukti hasil pemeriksaan wanita usia subur (WUS).
Bila dalam pengobatan penyakit tertentu, tidak ada salahnya juga menyiapkan salinan preskripsi obat, asuransi kesehatan, serta membawa identitas teman atau keluarga yang dapat dihubungi. Jangan lupa membawa buku manasik haji dan doa.
5. Obat-obatan
Perlengkapan obat bagi jemaah yang perlu disiapkan diantaranya peralatan pertolongan pertama dasar atau first aid kit. Seperti plester, hand sanitizer, pembersih luka antiseptik, kain kasa, peniti dan gunting, oralit, cotton bud dan termometer.
Obat-obatan lain yang biasa dikonsumsi sewaktu-waktu seperti aspirin atau paracetamol, obat diare, antihistamin, obat batuk, dan suplemen vitamin C. (*)
Editor : Niklaas Andries